oleh

Emak-emak Kampanye Hitam Jelekkan Jokowi-Maruf Terancam 6 Tahun Penjara

-Hukum-111 views

Bandung, Radar Pagi – Tiga emak-emak ditetapkan oleh Polda Jawa Barat sebagai tersangka dalam dugaan kasus kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sebelum ditangkap, aksi tiga ibu diduga melakukan kampanye hitam dari rumah ke rumah terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Ketiganya menjelaskan kepada warga apabila Jokowi menang maka suara azan di masjid akan dilarang, tidak ada lagi yang memakai hijab, dan pernikahan sejenis dibolehkan.

Ketiga tersangka kampanye hitam tersebut berinisial ES (49) warga Desa Wancimekar, IP (45) warga Desa Wancimekar, dan CW (44) warga Telukjambe, Desa Sukaraja. Mereka berasal dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ketiganya kini dikembalikan ke Karawang guna dilakukan penyidikan.

“Sejak 25 Februari 2019 kemarin kita menetapkan ketiganya sebagai tersangka dan statusnya naik dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (26/2/2019).

“Terhadap tiga tersangka proses penyidikannya dilakukan di Polres Karawang,” sambung Truno.

Para tersangka dijerat perbuatan melawan UU ITE Pasal 28 ayat 2 dengan ancaman 6 tahun penjara dan juga Pasal 14 ayat 2 UU KUHP terkait penyebaran berita bohong dengan ancaman 3 tahun bui.  

BPN Bantah Kampanye Hitam

Di tempat terpisah, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membantah melakukan kampanye hitam.  

“Prabowo-Sandi ingin menang berkah dan bermartabat. Tidak menghalalkan segala cara hukum yang menyebar hoaks,” kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Pipin Sopian di Media Center Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019) malam.

Terkait temuan bahwa tiga wanita yang ditangkap itu ternyata anggota dari Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandiaga (PEPES), Pipin mengaku pihaknya sedang mencari tahu kebenaran itu.

“Tim kami sedang mengkajinya,” katanya.

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin meminta polisi mengusut tuntas kasus ini, termasuk aktor intelektual di balik aksi tersebut.

“Terhadap ketiga ibu itu kami juga komunikasi ke penyidik seharusnya tidak berhenti di ibu itu, karena kami menduga kemungkinan ada aktor intelektual dibalik itu apakah ibu itu disuruh melakukan kampanye hitam, sebar fitnah, ujaran kebencian kepada masyarakat untuk tidak memilih Pak Jokowi,” ucap Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan di Mapolda Jawa Barat, Senin (25/2/2019) kemarin.

Dia mengatakan dorongan untuk mengusut lebih dalam kasus ini juga sekaligus untuk mencari tahu apakah ketiganya merupakan relawan dari capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno.

“Nah ini makanya yang perlu ditelusuri pihak penyidik. Apakah dari simpatisan atau relawan resmi dari paslon 02 atau memang mereka disuruh melakukan kampanye negatif,” tutur Ade. (heri/rian)

News Feed