oleh

Kaget Dengar Suara Sound System, Bocah Perokok Berat Tewas Kena Serangan Jantung

-Hukum-102 views

Blitar, Radar Pagi – Seorang bocah yang dikenal sebagai perokok berat di Blitar, Jawa Timur, tewas di depan sound system yang digelar tetangga untuk hajatan. Diduga korban terkena serangan jantung akibat kaget mendengar suara keras sound system.

Korban bernama KI masih berusia 9 tahun, warga Dusun Sumberjo, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum tiba-tiba dilihat warga tergeletak dalam posisi tengkurap.

“Ketika saya dekati tidak bergerak sama sekali. Karena saya takut, lalu saya panggil yang lainnya,” ujar Tri Basofi Choirul Anam kepada polisi, Selasa (26/2/2019).

Ternyata korban diketahui sudah meninggal dunia. Merekapun  melaporkan kejadian ini ke polisi. Hasil visum luar, korban diduga mengalami serangan jantung dan kemungkinan punya penyakit dalam, apalagi mengingat kebiasaan korban yang gemar merokok. Bahkan korban sanggup menghabiskan 1 bungkus rokok dalam sekejap.

Keluarga korban yang tidak menghendaki jenazah anaknya dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi mengikhlaskan kematian korban sebagai musibah.

Di depan petugas kepolisian dan perangkat desa, keluarga membuat surat pernyataan bermaterei, jika tidak akan menggugat pihak manapun atas kematian korban.    

“Jenazah langsung dimakamkan, Senin kemarin. Tapi kasus ini selesai, karena pihak keluarga ikhlas dan menganggap sebagai musibah,” ujar Kapolsek Garum AKP Rusmin, Selasa (26/2/2019).

Semasa hidupnya, korban dikenal sebagai anak yang hiperaktif, tidak bisa diam. Pelajar kelas 2 SD ini juga kerap berbuat nakal dengan mengganggu teman-temannya.

Ibu korban juga mengakui bila anaknya sering memukul bila tidak diberi uang untuk merokok. “Ibunya juga cerita, kalau sering minta uang buat beli rokok. Kalau tidak dikasih, dia pukuli ibunya sampai dikasih,” kata AKP Rusmin.

Namun dia belum meminta keterangan dari pihak sekolah, apakah kebiasaan korban sebagai perokok ini diketahui pihak sekolah.

Kematian KI merupakan pukulan kedua bagi keluarga tersebut. Beberapa tahun lalu, kakak perempuan KI yang menderita keterbelakangan mental menghilang dan belum ditemukan hingga sekarang.

Ayah KI berusia sekitar 65 tahun juga mengalami keterbelakangan mental. Sementara ibunya yang telah berusia sekitar 60 tahun, sehari-harinya jarang berada di rumah karena bekerja serabutan membantu tetangga yang membutuhkan tenaganya. (dtc/zal)

 

 

News Feed