oleh

Wali Kota Surakarta Buka TNI Manunggal Membangun Desa

-Jawa-655 views

Surakarta, Radar Pagi – Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo secara resmi membuka Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap I di Wilayah Kodim 0735/Surakarta, Selasa (26/2/2019).

Program TMMD merupakan Program terpadu lintas sektoral  antara TNI dengan instansi pemerintah dan non instansi pemerintah serta seluruh komponen bangsa yang dilaksanakan secara terintergrasi guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah khususnya daerah yang tergolong terisolasi, kumuh perkotaan, serta kurang pemerataan pembangunan.

Bertempat di lapangan SD Negeri Kendalrejo Jl. Ringroad No. 4 Kel. Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, pembukaan TMMD Tahap I didahului upacara yang dipimpin FX. Hadi Rudyatmo sebagai Irup, dan Danramil 01/ Laweyan Kapten Cpl Warji sebagai Komandan Upacara.

Bertemakan “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat Serta Semangat Gotong Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”, sasaran fisik TMMD kali ini adalah perbaikan/betonisasi Jalan Vol P 750 M x L 3.35 M, pembuatan saluran air P. 1.500 M x 0.6 M x 05 M, pembangunan 3 MCK, pembangunan randon air bersih di 3 Lokasi dan pembangunan 1 mushola.

Sementara untuk sasaran non fisik antara lain pencegahan penyalahgunaan narkoba, penyuluhan agama tentang deradikalisasi faham keagamaan, penyuluhan buta aksara lanjutan dan kesehatan, penyuluhan sanitasi lingkungan perumahan, termasuk pengelolaan air limbah domestik,  penyuluhan tentang pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan.

Selain itu digelar pula penyuluhan tentang implementasi PAUD, pemberian kursus ketrampilan sesuai kondisi dan potensi masyarakat dan pemberian bantuan sembako gratis kepada masyarakat miskin dan serta fasilitas kegiatan bazar dan Pasar Murah bagi masyarakat tidak mampu.

Dalam upacara tersebut, FX Hadi Rudyatmo membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah. Ditekankan bahwa TMMD Tahap I (Reguler 104 dan Sengkuyung I) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 merupakan bagian dari cara kita merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotong-royongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan.

“Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan Daerah melalui TMMD seperti ini menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai permasalahan masyarakat,” ujar FX Rudyatmo.

Data BPS per-Bulan September 2018, mencatat jumlah penduduk miskin Jawa Tengah sebesar 3,87 juta orang (11,19%), mayoritas berada di pedesaan, yakni sebanyak 2,15 juta orang.

“Untuk itulah, kita terus memfokuskan program penanggulangan kemiskinan di pedesaan dengan prinsip keroyokan melalui pendekatan holistik-integratif-tematik dan spasial,” kata Gubernur sebagaimana disampaikan Wali Kota FX. Rudyatmo.

Terkait tema TMMD kali ini, Gubernur menilai apabila dikaitkan dengan kondisi kebangsaan, tema tersebut sangatlah tepat. Sebab sejarah mengajarkan kepada kita bahwa semangat kebersamaan, kegotong-royongan serta persatuan dan kesatuan merupakan senjata ampuh bangsa Indonesia dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan.

“Ini harus senantiasa kita rawat dan jaga bersama. Jangan sampai kapital sosial berharga ini luntur dan sirna tergerus oleh berbagai perbedaan yang ada. Berbeda itu biasa karena berbeda memang kodrat Sang Pencipta. Dan berbeda itu indah,” katanya.

Gubernur berharap program TMMD juga harus diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, meningkatnya kesehatan lingkungan dan memantapkan kerukunan antar umat beragama dalam rangka mencegah terjadinya konflik, SARA, radikalisme, terorisme dan intoleransi.

“Saya juga berharap, TMMD kali ini bisa di-sisipkan program-program yang menggugah wa-wasan kebangsaan dan nilai-nilai nasionalisme. Ini penting mengingat maraknya hoax, bully dan ujaran kebencian yang muncul di tengah-tengah kehidupan kita dan berpotensi memecah belah bangsa,” katanya.

Yang tidak kalah penting, sambung Gubernur, kita harus terus mendorong dan mendampingi masyarakat desa agar berkreasi serta berinovasi untuk menggali dan mengoptimalkan potensi desa agar lahir start-up wisausaha sehingga masyarakat desa makin sejahtera.

“Kita ingin desa-desa di Jateng makin maju dan sejahtera dengan tetap mempertahanakn keunikan dan kearifan lokalnya. Desanya maju, fasilitas pelayanan dasar masyarakatnya komplet, SDM-nya makin berkualitas unggul, mandiri, punya spiritualitas tinggi, nggak ada narkoba, kreatif dan inovatif serta mempunyai karakter kebangsaan yang kuat. Lan sing ora kalah penting, kabudayane tansah lestari. Harus bisa kita wujudkan bersama. Mari bersama kita Bangun Indonesia mulai dari Desa,” tandasnya. (agus)

 

 

News Feed