oleh

Gara-gara Toyota Camry, Mahfud MD Laporkan Kakek Kampret

-Hukum-874 views

Jakarta, Radar Pagi – Mahfud MD melaporkan akun twitter @KakekKampret ke Polres Klaten, Jawa Tengah, Jumat (1/3/2019) pagi tadi. Rupanya Mahfud merasa terhina atas cuitan akun tersebut yang mempertanyakan asal usul mobil Toyota Camry miliknya.

Dalam cuitannya, akun itu menanyakan apakah mobil Camry bernomor polisi B 11 MMD milik Mahfud adalah hasil setoran dari seorang pengusaha besi di Karawang yang menjadi calon bupati dari PDI Perjuangan.

“Saudara mahfud @mohmahfudmd apa bener Mobil Camry punya anda Plat B 1 MMD adalah setoran dari pengusaha besi kerawang ex cabub PDIP. Jika bener atas dasar apa pemberian itu..kakek sekedar bertanya,” tulis akun @KakekKampret_.

Meski kalimat yang ditulis akun tersebut bersifat pertanyaan, namun Mahfud MD merasa cuitan itu bukanlah sebuah pertanyaan, tetapi sebuah hinaan dan fitnah yang dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.

“Itu sama dengan kalimat, “Apa benar kamu berzina dgn ibumu? Kalau benar, apa alasannya?” Yang begitu bukan pertanyaan tapi hinaan dengan pertanyaan,” tulis Mahfud MD di akun twitternya.

Apalagi awalnya saat mengetahui cuitan itu, Mahfud hanya memberi tanda like, karena selama ini Mahfud memang tidak pernah mau melayani segala hujatan terhadap dirinya di media sosial. Namun bukannya berhenti memposting, si pemilik akun malah bertanya lagi.

“Malah ditambahin tadi malam, sekitar jam tujuh atau jam enam muncul lagi. (Dia bilang) ‘Saudara Mahfud kenapa tidak dijawab’. Kurang ajar ini,” kata Mahfud.

Maka Mahfud pun membalas cuitan akun tersebut. Dia mengancam bahwa pelaporannya tersebut akan ditayangkan di televisi.

“Kakek Yth. Pertanyaanmu yg bagus itu nanti Anda yg hrs menjawab mewakili saya di Polri. Anda terlambat utk mencabutnya krn sdh sy beri “like” sejak kemarin sbg isyarat. Lihat sebentar lagi jam 9.30 di Metro TV, TV One, dll. Ada siaran langsung dari kantor Polri. Sy tak bergurau,” cuit Mahfud.

Cuitan tersebut tidak dibalas oleh akun @KakekKampret, malah akun tersebut langsung dinonaktifkan oleh pemiliknya.

Kepada wartawan di Mapolres Klaten, Mahfud mengaku melaporkan akun tersebut karena sudah menyangkut harga diri.

“Laporan terkait hoaks yang menyangkut saya. Dan ini bagi saya yang begini-begini ini tidak bisa dibiarin. Kalau diskusi publik tidak masalah tapi kalau menyangkut harkat pribadi harus diselesaikan lewat polisi,” katanya, Jumat (1/3/2019). 

Sementara Kapolres AKBP Aries Andhi berjanji akan menjelaskan kasus yang akan dilaporkan Mahfud. 

“Kami terima dulu laporannya. Nanti baru kita sampaikan. Intinya siapapun warga negara yang melaporkan kasus hukum akan kami terima,” tutur Aries. (gunawan)

News Feed