oleh

Menhan Mau Tempeleng Orang yang Senang Mengkafir-kafirkan Orang Lain

-Utama-91 views

Jakarta, Radar Pagi – Kaum intoleran yang dengan mudahnya memakai dalil agama untuk mengkafir-kafirkan umat agama lain dengan nada melecehkan, bahkan mengkafirkan sesama muslim yang tidak sepahaman harus waspada. Pemerintah mulai tidak mentolerir perilaku semacam itu.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengancam akan menempeleng orang yang senang mengkafir-kafirkan orang lain.

“Masuk neraka itu urusan Tuhan, enaknya kalau bilang kafir-kafir. Kalau ada yang bilang kafir, saya tempeleng. Pancasila itu persatuan Indonesa yang berperikemanusiaan,” kata Ryamizard dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Bela Negara di Kemhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

Menhan menegaskan NKRI adalah negara Pancasila, bukan negara berlandaskan agama manapun.

“Kita bukan negara agama, bukan negara Islam. Kita negara kesatuan RI. Pancasila sebagai dasar negara yang mengayomi umat beragama. Setiap orang harus saling menghormati,” katanya.

Dia menilai Pancasila sama dengan ajaran Islam karena mengakui ketuhanan yang maha esa, selain itu juga menganjurkan silaturahmi kepada sesama. Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

“Pancasila sama dengan ajaran Islam kok, silaturahmi, dengan silaturahmi itu kebersamaan. Yang tidak melaksanakan silaturahmi kata Allah, tidak akan diberikan rahmat dari Allah,” ujar Ryamizard.

Prihatin Tahun Politik Gaduh

Ryamizard juga prihatin atas kondisi kegaduhan di tahun politik, terutama urusan yang selalu dikaitkan dengan Presiden Jokowi.

“Sekarang sedikit-sedikit Jokowi jelek, enak aja,” kata Ryamizard.

Dia menegaskan pernyataannya sama sekali tidak terkait mengampanyekan seseorang. Namun dia prihatin atas kegaduhan yang bisa membuat renggang hubungan di masyarakat.

“Kemarin ribut jenderal sana, jenderal sini, saya bilang di sini kembali ke jati diri TNI. Kamu jangan berkelahi gara-gara politik, berkelahi merusak silaturahmi,” katanya.

Turut hadir dalam rapat pleno khusus ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Lemhanas Agus Widjojo, Wakil Ketua MPR Mahyudin dan Ketua Lembaga Pengkajian MPR Rully Chairul.

Ancaman Terbesar NKRI     

Sebelumnya dalam rapat pleno khusus Lembaga Pengkajian MPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, yang digelar pada Rabu (27/2/2019) silam,

Ryamizard juga bicara soal ancaman bangsa Indonesia. Menurutnya ada 3 hal yang menjadi tolok ukur ancaman terhadap bangsa.

“Ancaman itu menjadi nyata kalau kedaulatan negara terganggu, tujuan negara terganggu, keselamatan bangsa terganggu,” katanya.

Dari ketiga tolok ukur itu, menurut Ryamizard, teroris, narkoba dan bencana alam ancaman paling nyata. Namun dari ketiga ancaman tadi, terorisme merupakan ancaman paling nyata. “Ancaman nyata itu teroris,” ujarnya.

Ryamizard mengatakan seharusnya alutsista dan kekuatan bangsa dikerahkan untuk melawan ancaman nyata tersebut.

“Maka seharusnya alutsista dan kekuatan dikerahkan kepada yang nyata. Yang belum nyata ya, kita waspada saja,” kata Ryamizard. (jar)

 

News Feed