oleh

Anak Gadis Kangen Dua Tahun Tidak Ketemu Ayah, Begitu Ketemu Malah Diperkosa

-Hukum-507 views

Jakarta, Radar Pagi – Naas benar nasib gadis remaja 13 tahun yang namanya belum diungkap polisi. Meniru gaya acara di televisi, kita sebut saja namanya Bunga. Setelah orangtuanya bercerai, selama dua tahun dia tidak pernah bertemu dengan Budi (37), ayah kandungnya. Lantaran kangen tak tertahankan, Bunga pun nekad pergi sendiri menemui ayahnya di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Tapi apa lacur, dia malah diperkosa oleh ayahnya sendiri.

Polisi pun menduga Budi mengidap kelainan seksual karena menyukai hubungan seksual sedarah. Untuk memastikannya polisi akan melakukan pemeriksaan psikologi terhadap pelaku.

“Pasti kelainanlah kalau dilihat dari ini, kejadian ini, anaknya sendiri kan, berarti dia ada kelainan,” ujar kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib kepada wartawan di kantornya, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).

Andi menjelaskan, setelah tidak bertemu ayahnya selama dua tahun, pada 20 Februari 2019 silam, gadis tersebut memaksa untuk bertemu ayahnya. Gayung pun bersambut. Ayah dan anak akhirnya bertemu. Budi pun membawa putrinya ke rumahnya.

“(Korban) memaksa (untuk bertemu) karena kan udah lama mereka pisah beberapa tahun, dianggap memang bapaknya ini baik,” kata Andi.

Tapi ketika sampai di rumah pelaku, korban malah diperkosa. “Ini sudah dilakukan satu kali pada saat korban mendatangi rumah pelaku, ayah kandungnya sendiri,” kata Andi.

Aib ini kemudian diketahui oleh keluarga korban dan para tetangga. Pelaku lantas dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Budi sendiri membantah melakukan pemerkosaan terhadap putri semata wayangnya. Dia berkilah hubungan seks dilakukan atas dasar suka sama suka. Bahkan Budi berkata Bunga lah yang mengajaknya berhubungan badan.

“Karena ya diasong-asongin (disodorin) gitulah pak, ya maksudnya disodor-sodorin itunya (kelaminnya) dia,” ujar Budi.

Dia mengaku dalam kondisi sadar saat berhubungan badan dengan putri kandungnya sendiri. “Nggak maksa pak, saya bilang ‘ya udah kalau kamu mau’,” katanya.

Tetapi polisi tidak percaya begitu saja dengan pengakuan Budi. “Itu hak tersangka menyampaikan apapun, tetapi kita tidak percaya begitu saja,” kata Andi. 

Saat ini Budi dikenakan pasal 76 huruf d Junto 81 ayat (1) dan (3) UU RI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, ditambah dengan hukuman pemberatan.

“Karena ini dilakukan ayah kandungnya ada penambahan atau pemberatan sepertiga daripada ancaman maksimal,” tegas Andi. (jar)

News Feed