oleh

Dihamili Lalu Dicuekin, Wanita di Bekasi Gugat Pacarnya Rp5,1 Miliar

-Hukum-798 views

Bekasi, Radar Pagi – Seorang wanita berinisial B menggugat pacarnya Rp5,1 miliar ke PN Bekasi, Jawa Barat. Alasannya, sang pria yang berinisial A itu telah menghamili dirinya.

Humas PN Bekasi, Djuyamto, membenarkan kejadian ini. “Nomor perkara 456/Pdt.G/2018/PN.Bks,” katanya.

Diketahui A dan B berkenalan pada 24 Juli 2015 lalu melalui seorang teman mereka. Dari perjodohan itu keduanya pun berpacaran.

Tepat pada hari Natal 25 Desember 2016, A mengajak B pergi ke toko boneka. Namun tiba-tiba kendaraan dibelokkan ke arah hotel di daerah Bekasi. 

B yang curiga mengaku tidak bisa menolak karena A marah-marah. Singkat kata, keperawanan B pun kandas di ranjang hotel.

Hubungan layaknya suami istri itu ternyata terus berlanjut pada berbagai kesempatan lain. Entah takut atau keenakan, B menuruti saja kemauan A. Akhirnya B pun hamil.

Sayangnya, ketika B meminta pertanggungjawaban, A malah ngacir dan susah dihubungi. Sekalinya bisa dihubungi A menyuruh B untuk menggugurkan kandungannya dengan cara minum jamu tradisional.

Meski sudah berupaya digugurkan, namun si jabang bayi rupanya keras kepala. Dia menolak untuk dibunuh begitu saja. Janin itu tetap tumbuh hingga terlahir pada 31 Januari 2018.

Meski lahir dalam kondisi sehat, namun kesehatan si bayi terus menurun, mungkin karena pengaruh jamu tradisional yang diminum B selama masa kehamilan. Akhirnya bayi malang itu pun meninggal dalam usia baru 1,5 bulan.

Kehilangan calon suami dan bayi sekaligus membuat B merintih dalam hati. Dendam pun mulai menyeruak. Dia tak lagi berminat untuk dinikahi oleh A, melainkan ingin laki-laki hidung belang itu dihukum seberat-beratnya.

“Lalu digugatlah si A,” ujar Djuyanto. 

B meminta majelis hakim menghukum A untuk memberikan ganti rugi materil Rp 100 juta dan kerugian immateril Rp 5 miliar. B juga meminta uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1 juta untuk setiap hari keterlambatan dalam melaksanakan putusan setelah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Sidang masih pembuktian dengan pemeriksaan saksi. Ketua majelis yaitu Abdul Ropik dengan anggota Adi Ismet dan Donald Panggabean,” ujar Djuyanto. (asp/rvk/dtc/jar) 

 

News Feed