oleh

Puisi Rofqil Junior

-Puisi-92 views

Percakapan di Desa

/

kemudian, sejenak percakapan surut

pion-pion catur tumbang

angin kecil dari tenggara merapat ke sisi

mataku menerka,

bunga-bunga mekar dalam kuntumnya

dan sakit setelah mencium tanah

ada desau yang tiba-tiba ranggas

dalam segelas kopi, sunyi tak lagi perakasa.

 

engkau mempertaruhkan rindu dan ocehan ibu

sementara tak ada apapun di mari

hanya butir-butir lara yang gagal

 

//

hujan memilih bersarang di rambutku

menggigilkan hati sebelum sempurna celoteh

menyatu dengan debu-debu itu

lantas berpijar ke jalan-jalan

 

aku malu bila tak kuberikan yang lebih

hangat dari percakapan

:adalah pekat kopi yang tak bisa kuingkari

Gapura, 2019

 

Solilokui

(i)

tiba-tiba pandangan lengang,

dari celah engsel-engsel pintu dan jendela

kenangan meratakan sayap

jalan kecil dari tenggara tertutup bergeser ke barat

 

di seberang senja, aku lebih gila

tandus putih pasir, menolak bermacam serapah

rumah itu tinggal lebih lama dalam ingatan

mengurung diri dari debar hujan

 

(ii)

di tanganku gugah air mata lupa dicatat

pijakan kaki yang melubangi tubuh waktu

melindapkan dua batang mangga

 

ia kabur begitu saja,

satu langkah setelah detak gerhana pecah

sedang bintang tenggara kembali ke gugusannya

;luka yang kubasuh semakin basah saja

kurasa-rasa cemburu lebih perkasa

Gapura, 2019

 

Saronen*

I

Terompet-terompet sukma, yang menyekap

Empat puluh karangan bunga, kutiup

Antara sejuk angin dan terik kemarau

 

Ia menggigilkan sekujur tubuh

Di lain masa, menjelma senapan angin

Menerbangkan sepasang rindu

 

Suara lantang berpijar

Ke perut jalan, ke berbagai kelokan

 

II

Gendang ditabuh, sunyi terpiuh

Bercerita rumah-rumah paling tedung

Yang tiarap di delapan penjuru

 

Jarum jam berputar cepat ke masa lalu

Sebagai ziarah pada kenangan berdebu

 

III

Aku tersedu, dengan mata nyalang

Sebagian tembang hilang di padang ilalang

Sedang debar berlayar, kerap tunjamkan getar

Gagal mengusir lara

;terkapar!

Gapura, 2019

*Saronen adalah musik tradisional madura yang biasa digunakan untuk mengiringi acara pengantar pengantin

 

Dalam Telepon

Dalam telepon;

Suara suara sumbang berlesatan

Pelan pelan menembus batas hujan

Sulur cita memanjang

Menggigilkan percakapan

 

Tengah malam,  dering menggetarkan dahan

Gagangnya kuangkat sambil menumpuli kantuk

Suara serak menghentak, menggoyahkan

Pantat di kursi goyang

 

Dari sudut bayang, merekah lah kuncup kembang

:ada kalam yang lrbih hangat nan menyengat

 

Dalam telepon;

Duka duka abadi sepekat kopi

Menggeser geser air mata dari tempatnya

Sebagai prngantar, kabar yang lebih liar dari belukar

 

Ia melipat segalanya

:masa lalu

Celoteh di ruang tunggu

Dalam abjad yang kusentuh

Gapura, 2019

 

Rofqil Junior adalah nama pena dari Moh. Rofqil Bazikh, salah satu siswa MA. Nasy’atul Muta’allimin Gapura Timur, Gapura Sumenep. Ia aktif di Komunitas ASAP (Anak Sastra Pesantren) dan Kelas Puisi Bekasi.

News Feed