oleh

Romahurmuziy Diduga Terima Rp 300 Juta untuk Atur Seleksi Pejabat Kemenag

-Hukum-721 views

Jakarta, Radar Pagi – Ketua Umum PPP Romahurmuziy diduga menerima suap Rp 300 juta untuk membantu meloloskan seleksi pejabat di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

“Diduga bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemang yaitu kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan kepala kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Laode mengatakan, kasus berawal ketika pada tahun 2018 dua orang yang masing-masing bernama Muhammad Muafaq Wirahadi mendaftar posisi untuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, dan Haris Hasanuddin mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Wilayah Agama provinsi Jawa Timur. 

Muafaq dan Haris diduga menemui Romahurmuziy untuk membantu mengurus proses lulus seleksi jabatan. “Diduga terjadi kerjasama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama RI tersebut,” ujar Laode.

Dia menjelaskan, Romahurmuziy diduga menerima uang pertama kali dari Haris pada 6 Februari 2019.

“HRS diduga mendatangi rumah RMY (Romahurmuziy) untuk menyerahkan uang Rp 250 juta terkait seleksi jabatan untuk HRS sesuai komitmen sebelumnya,” ujar Laode.

Penerimaan kedua sebesar Rp 50 juta diserahkan pada Jumat (15/3/2019) kemarin yang berbuntut pada penangkapan KPK. Uang ini disita dari asisten Romahurmuziy, Amin Nuryadin (ANY). 

Diketahui uang Rp 50 juta itu untuk mengurus seleksi Muafaq dan yang sebelumya Rp 250 juta untuk mengurus Haris.

Selain Romahurmuziy, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

“Dalam perkara ini, diduga RMY bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur,” sambung Syarif. 

Romahurmuziy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (jar)

News Feed