oleh

Romahurmuziy Curhat Merasa Dijebak, Ini Kata KPK dan PPP

-Hukum-951 views

Jakarta, Radar Pagi – Romahurmuziy (Romi) menulis sebuah surat berisi curahan hatinya. Dalam surat yang dibagikan kepada sejumlah wartawan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, mantan Ketua PPP ini merasa dijebak.

“Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan, bahkan firasat pun tidak,” tulis Romi.

Romi berdalih saat penangkapan di hotel, dirinya sedang memenuhi undangan silaturahmi. Namun dia mengaku tak menyangka imbas pertemuan itu adalah operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

“Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tahu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini menjadi petaka,” sambungnya.

Terkait curhatan Romi ini, KPK enggan memberi jawaban. KPK hanya mengatakan bahwa penangkapan murni merupakan kasus dugaan suap lelang jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Menurut KPK, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS) sebenarnya tidak lolos lelang jabatan sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Latar belakang HRS pun ternyata dinilai kurang berdisiplin dalam kerja.     

“HRS diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin sebelumnya,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Sedangkan tersangka pemberi suap lainnya, yaitu Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) diketahui ikut lelang jabatan untuk posisi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik.

“Diduga, terjadi komunikasi dan pertemuan antara HRS, MFQ dan RMY (Romi) serta pihak lain. MFQ dan HRS diduga menghubungi RMY untuk mengurus proses lolos seleksi Jabatan di Kementerian Agama Rl,” kata Laode.

Sedangkan Sekjen PPP Arsul Sani enggan mengomentari klaim Romi bahwa dirinya dijebak. Arsul mengatakan proses hukum yang akan menjawab duduk perkara kasus Romi. 

“Izinkan kami tidak mengomentari soal itu, soal apakah penjebakan atau tidak itu biar proses hukum berjalan,” kata Arsul.

Arsul mengatakan pihak DPP PPP menghormati proses hukum yang dijalankan KPK terhadap siapapun, termasuk ketua umumnya.

“Kami percaya KPK akan melakukan proses hukum secara adil dan fair, dan kami tetap hargai asas praduga tak bersalah,” kata Arsul. (jar)

News Feed