oleh

Update Banjir Sentani: 68 Tewas, 75 Luka Berat, Ribuan Warga Mengungsi

Sentani, Radar Pagi –  Banjir bandang dan longsor di Sentani, Jayapura, Papua, menewaskan sedikitnya telah menewaskan 68 orang. Banjir yang terjadi akibat hujan lebat yang turun sejak Sabtu (16/3/2019) malam itu juga mengakibatkan 75 orang mengalami luka berat, 30 luka ringan, dan 50 orang hilang. Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah.

Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat musibah ini. Di kawasan BTN Bintang Timur tercatat 600 orang mengungsi, BTN Gajah Mada 1.450 orang, Doyo 200 orang, Kemiri 200 orang, Pantijompo 23 orang, HIS dan Siil masing-masing 300 orang, Gunung Merah 200 orang, dan warga di sekitar kediaman Bupati Sentani 1.000 orang.

Menurut update data terbaru dari Tim Posko Tanggap Bencana Polres Jayapura, Senin (18/3/2019), kerugian material sejauh ini:

  1. Pemukiman 350 rumah rusak berat
  2. Jembatan 3 rusak berat
  3. Drainase 8 rusak berat
  4. Jalan 4 rusak berat
  5. Gereja 2 rusak berat
  6. Masjid 1 rusak berat
  7. Sekolah 8 rusak berat
  8. Ruko 104 rusak berat
  9. Pasar 2 rusak berat

Perkembangan situasi pasca bencana di wilayah Sentani masih terpantau aman, dan tim terpadu dari TNI/Polri serta intansi terkait masih melakukan pencarian korban di titik-titik terjadinya bencana.

BNPB menduga selain karena tingginya curah hujan yang membuat longsor di bagian hulu hingga menyumbat sungai dan membuat air meluap, banjir di Sentani disebabkan karena rusaknya ekosistem di Gunung Cycloop, Jayapura. Kerusakan hutan di sana sudah berlangsung sejak lama.

Daerah pegunungan yang harusnya menjadi hutan sebagai daerah resapan dan penahan longsor malah disulap menjadi ladang dan kebun. Hasilnya, saat hujan deras longsor gampang terjadi.

“Kemudian digunakan untuk beberapa kebun, ladang dan sebagainya sehingga kerusakan hutan sudah berlangsung beberapa tahun sebelumnya,” tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jl Pramuka Raya, Jakarta, Minggu (17/3/2019) kemarin.

Banjir bandang juga pernah melanda Sentani pada tahun 2007 silam. Banjir pada kala itu juga menimbulkan korban jiwa.

“Tahun 2007, di wilayah Sentani di sini pernah mengalami banjir bandang juga yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan yang ada di sana,” tutur Sutopo. (Om Yan)

News Feed