oleh

5 Pembajak Mobil Tangki Pertamina ke Istana Negara Dijadikan Tersangka

-Hukum-663 views

Jakarta, Radar Pagi – Polisi menetapkan 5 pelaku pembajakan dua mobil tangki Pertamina yang dibawa ke depan Istana Negara sebagai tersangka.

Mereka adalah Nuratmo, Mulyana, TK, WH dan AN. Nuratmo diketahui merupakan Ketua Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT).

“Iya, sudah kami tahan di Polda Metro Jaya,” kata

Menurut Ade, kelima tersangka ereka ini awalnya pekerja di PT Pertamina Patra Niaga, kemudian dipecat dan saat ini bekerja sebagai tenaga outsourcing di PT GUN,” jelas Ade Ary.

Kelima tersangka ditangkap oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara yang dipimpin oleh AKBP Handik Zusen, Kompol Malvino Edward Yusticia dan Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara pada Senin (18/3) malam di kawasan Jakut.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, saat ini pihaknya masih mengejar 12 pelaku lainnya yang terlibat dalam pembajakan mobil tangki Pertamina.Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam, Selasa (19/3/2019).

“Ya total 12 (DPO), kemungkinan bisa bertambah tergantung perkembangan hasil penyidikan,” kata Argo.

Argo menyebutkan, pembajakan ini diotaki oleh Nuranto dan AS (DPO). Mereka merencanakan aksi pembajakan sejak H-1 sebelum pelaksanaan demo pada Senin (18/3).

Pada Senin (18/3/2019) pagi, mereka membagi dua kelompok yakni di dekat pintu tol Ancol dan di depan Mall Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mereka kemudian menghadang mobil tangki yang hendak masuk tol. Dua pengemudi mobil tangki berukuran 32 kiloliter itu, Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul, dipaksa turun. 

Para pembajak lalu membawa mobil tangki tersebut ke Monas dan menjadikannya sebagai alat peraga. Saat itu demonstrasi sedang digelar di seberang Istana Negara oleh massa Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT). Dua mobil tangki itu kemudian sempat diparkir ke tengah massa aksi. 

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan kemudian mengamankan mobil tangki itu pada saat massa melakukan demo. 

Malam harinya, sebanyak sepuluh anggota SPT-AMT Pertamina dijemput paksa oleh pihak Polres Metro Jakarta Utara.

Salah satu anggota SP-AMT Pertamina Chori menduga penjemputan rekan-rekannya itu terkait aksi pembajakan dua mobil tangki berisi biosolar untuk digunakan dalam aksi sebelumnya.

Chori mengaku heran dengan penjemputan rekan-rekannya itu setelah membubarkan aksi di seberang Istana Merdeka, Jakarta Pusat, dengan damai. Menurutnya, bila polisi ingin menjemput mereka seharusnya dilakukan saat aksi masih berlangsung.

“Miris rasanya melihat perjuangan kawan-kawan AMT ini setelah bertemu presiden dua kali bukannya selesai justru malah dikriminalisasikan,” katanya, Senin (18/3) silam. (dtc/cnn/jar)

News Feed