oleh

Ini Tampang Dosen Pembunuh Staf Universitas Negeri Makassar

-Hukum-984 views

Makassar, Radar Pagi – Polisi akhirnya berhasil meringkus tersangka pembunuh Sulaiha Djafar (sebelumnya diberitakan bernama Zulaiha) yang jasadnya ditemukan dalam mobil di Gowa, Sulawesi Selatan.

Tersangka pembunuhnya bernama Wahyu Jayadi.  Ironisnya, pelaku merupakan seorang dosen di Universitas Negeri Makassar (UNM), tempat korban Sulaiha bekerja sebagai staf biro administrasi umum.

Wahyu ditangkap tim gabungan dari Polres Kabupaten Gowa diback up oleh Resmob Polda Sulsel saat berpura-pura melihat jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

“Berawal dari hasil olah TKP di kabupaten Gowa, kami memperoleh informasi bahwa diduga pelaku tidak lain adalah teman kantornya sendiri berinisial W,” ujar Panit III Resmob Polda Sulsel Ipda Sunardi, Sabtu (23/3/2019).

Dari hasil penyelidikan sementara kepolisian, Wahyu mengaku membunuh Sulaiha dikarenakan kesal setelah mereka cekcok di dalam mobil soal masalah pekerjaan.

Mereka sebelumnya berada di dalam mobil yang sama dari Jalan Sultan Alauddin, Makassar, menuju Kabupaten Gowa untuk menyelesaikan masalah cekcok mereka di kantornya.Tapi di dalam mobil pertengakaran justru semakin menjadi-jadi. Hingga akhirnya pelaku naik pitam dan memutuskan membunuh Sulaiha.

“Korban tiba-tiba mendorong kepala terduga pelaku. Pada saat itu juga pelaku langsung kalut merespons mencekik korban dua kali. Saat itu pelaku merasa korban melawan hingga pelaku mencekik korban,” ujar  Panit Resmob Polda Sulsel, Ipda Sunardi, Sabtu (23/3/2019).

Menurut polisi, setelah membunuh, Wahyu berusaha menutupi jejaknya seolah-olah Sulaiha menjadi korban perampokan.

“Selanjutnya pelaku mencoba menutupi perbuatannya, dengan membuat korban tersebut seolah-olah adalah korban perampokan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, Sabtu (23/3/2019).

Menurut dia, Wahyu kemudian mengunci Sulaiha, yang telah tewas akibat dicekik, di dalam mobil. “Pelaku mengunci mobil yang dikendarai oleh korban dari dalam, kemudian mengambil barang-barang milik korban yang ada di dalam tas milik korban, kemudian memecahkan kaca mobil dengan menggunakan batu kali,” ujar Dicky.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa yang memecahkan kaca mobil adalah warga sekitar yang pertama kali menemukan Sulaiha terlilit sabuk pengaman di dalam mobil. Warga tersebut berusaha memberikan pertolongan dengan terlebih dulu memecahkan kaca mobil.

Dicky mengatakan Wahyu mengaku membunuh Sulaiha karena tidak terima atas perlakuan korban yang disebut mencampuri urusannya. 

“Di mana korban tersebut sudah terlalu jauh ikut campur terhadap masalah pekerjaan dan masalah pribadi pelaku,” kata Dicky.

Jenazah Sulaiha ditemukan warga Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, dalam sebuah mobil berwarna biru, Jumat (22/3), sekitar pukul 08.00 Wita. Sulaiha diketahui sebagai istri pejabat Dinas Kehutanan Pemkab Barru dan memiliki 3 anak. (zal)

News Feed