oleh

Kampanyekan Prabowo di Facebook, Pegawai PTPN IV Divonis 3 Bulan Penjara

-Hukum-187 views

Medan, Radar Pagi – Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (27/3/2019) kemarin menjatuhkan vonis 3 bulan penjara kepada Ibrahim Martabaya karena mengkampanyekan Prabowo Subianto di facebook.

Pegawai PTPN IV itu dinyatakan bersalah karena sebagai karyawan BUMN seharusnya dia bersikap netral, sesuai ayat 2 Pasal 280 jo Pasal 552 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 bulan dan denda sebesar Rp 5 juta. Apabila denda tidak dibayar, diganti dengan 1 bulan kurungan,” ujar hakim Aswardi Idris sebagaimana dikutip dari website SIPP PN Medan, Kamis (28/3/2019).

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan hal yang memberatkan, Ibrahim merupakan aparatur sipil negara yang seharusnya netral. “Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan,” ujar Aswardi.

Menyikapi putusan majelis hakim, baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir. Ditemui seusai persidangan, Ibrahim enggan berkomentar.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dengan tuntutan jaksa pada persidangan 26 Maret 2019 silam. Kala itu jaksa menuntut Ibrahim dengan pidana 6 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan.  

Menurut Jaksa Irma Hasibuan, terdakwa selaku karyawan BUMN seharusnya tidak mengkampanyekan salah satu capres. Perbuatan itu dinilai melanggar aturan pemilu.

“Terdakwa sebagai karyawan PTPN 4 mengkampanyekan Paslon 02 di akun Facebook miliknya. Sehingga itu, kan, bisa mempengaruhi kawan-kawan di Facebooknya yang berjumlah sekitar 1.000 an orang. ASN, kan, harus netral,” ujar Irma.

Diketahui, Ibrahim memposting fotonya sambil bergaya salam dua jari di facebook. Dia juga membuat postingan #2019PrabowoPresiden dan #2019GantiSontoloyo.

Unggahan tersebut dilakukan Ibrahim Martabaya sejak 5 Oktober 2018, 13 Oktober 2018, kemudian 10 November 2018, dan terakhir 3 Desember 2018. 

Postingan warga Jl. Eka Rasmi Gang Eka Suka XI, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan itu pun dilaporkan warga lainnya ke Gakkumdu. (is)

  

News Feed