oleh

Barbie Ngaku Peras Yogi Lantaran Kesal Dikirimi Foto Alat Vital

-Hukum-142 views

Depok, Radar Pagi – Polisi tidak percaya pengakuan Barbie Arlifsyani Botan (21), seorang perempuan bersuami yang memeras beberapa pemuda dengan alasan kesal dilecehkan. Menurut polisi, pemerasan yang dilakukan Barbie bersama komplotannya merupakan modus kejahatan yang sudah direncanakan.

“Mereka sudah rencanakan,” ujar Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana, di kantornya, Jumat (29/3/2019).

Sebelumnya diberitakan polisi menangkap komplotan penipu dan pemeras berjumlah 7 orang. Mereka adalah Barbie, suami Barbie bernama Hartono (24), dan lima pemuda lainnya yaitu Irwan, Wahyu, Angga, M. Zaen, dan Armando.

Komplotan ini melakukan penipuan dan perampokan kepada empat korban di Depok, Jawa Barat. Modusnya Barbie diminta suaminya berpura-pura menjadi janda. Bila ada pemuda yang terpikat, si pemuda akan dibujuk untuk bertemu. Saat pertemuan itulah Hartono dan kelima rekannya akan datang dan menuduh korban berselingkuh dengan istri orang.

“Karena orang yang tepergok selingkuh kan ketakutan, karena ketakutan pasti berusaha agar bebas,” ujar AKBP Arya.

Terungkapnya modus penipuan dan pemerasan ini setelah salah seorang korban, Yogi Hidayat (21), melapor ke polisi setelah dikeroyok komplotan Barbie di kawasan Setu Cilangkap, Tapos, Cimanggis, Depok, Minggu (24/3/2019) lalu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan mengatakan, peristiwa berawal dari perkenalan melalui Facebook antara Yogi dan Barbie yang mengaku berstatus janda.

“Selanjutnya Yogi maupun Barbie janjian bertemu di Setu Cilangkap,” ujar Deddy.

Terpikat bujuk rayu Barbie, Yogi pun mengajak temannya Zakharia (23) untuk bertemu Barbie. Keduanya bahkan menurut saja ketika diajak ke kontrakan wanita bertampang pas-pasan itu. Tetapi setelah sampai di depan kediaman Barbie, Yogi disergap dan disekap dalam rumah.

“Korban turun dari sepeda motor, baju korban langsung ditarik dan dibawa paksa masuk ke dalam kontrakan pelaku oleh suami Barbie,” ujar Deddy.

Zakharia yang berhasil lolos lalu memanggil dua temannya, Riki dan Aris untuk menolong Yogi. Tapi karena kalah jumlah, ketiganya malah digebukin dan barang-barang mereka dirampas pelaku.

“Dua orang teman korban dirampas ponselnya, pelaku mau kembalikan ponsel temannya korban itu apabila ditebus sebesar Rp 1.500.000,” ujar Deddy.

Sepeda motor dan ponsel Yogi juga dirampas dan akan dikembalikan bila ditebus Rp 2.500.000,” ujar Deddy.

Beberapa jam kemudian, Yogi dilepas setelah benar-benar tidak mampu menyediakan uang yang diminta. Namun motor dan ponselnya tetap ditahan oleh para pelaku. Sesampainya di rumah, keluarga yang terkejut melihat Yogi babak belur langsung melapor ke Polsek Sukmajaya. Aparat pun langsung bergerak dan meringkus komplotan.

Dari tangan para pelaku berhasil diamankan barang bukti satu sepeda motor Yamaha Mio B- 6833-TOP, tiga ponsel, dan uang Rp 1.500.000.

“Hartono dan si Barbie ditangkap bersama dua temannya di rumah kontrakan itu pada pagi hari, Senin 25 Maret. Kemudian dari pemeriksaan berkembang sehingga kita tangkap pelaku lainnya,” ujar Deddy.

Mengaku Dilecehkan

Kepada polisi, Barbie menolak disebut memeras korban demi uang. Dia mengaku melakukan pemerasan lantaran kesal  pernah dikirimi foto alat vital korban.

“Karena dia gangguin dan melecehkan saya saja gitu, terus dikirimi foto itu, makanya korban melecehkan saya dengan mengirim foto porno,” kata Barbie kepada wartawan di Polresta Depok, Pancoranmas, Depok, Jumat (29/3/2019).

Barbie juga mengaku korbanlah yang mengajak dirinya berpacaran, tapi dia menolaknya dan mengaku sudah punya anak. Bukannya berhenti, korban malah mengirim foto kemaluan, sehingga membuat suaminya marah, kemudian memancing korban.

“Di Facebook dia ngajakin saya pacaran. Saya bilang sudah punya suami, terus dia bilang, ‘Nggak apa-apa, cuma pacaran saja’, dia minta nomor WA, ngajak saya ketemuan terus ngirim foto kemaluan dia,” kata Barbie.

“Suami saya sakit hati, nggak terima kalau istrinya diperlakukan begitu. Spontan saja karena korban mengirim foto itu,” katanya. (rian)

News Feed