oleh

Awalnya Iseng Lalu Ketagihan, Oknum Pembina Pramuka Cabuli 11 Murid Laki-laki

-Hukum-1.012 views

Banyumas, Radar Pagi – Sebanyak 11 siswa sebuah SMP negeri di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan RK (32), oknum pembina Pramuka di sekolah mereka.

Satreskrim Polres Banyumas mengatakan kasus pencabulan ini terjadi sejak tahun 2016. Modus yang dilakukan tersangka meminta anak didiknya mengikuti kegiatan Pramuka di malam hari.

“Ketika murid-murid tidur di sanggar yang ada di sekolah, tersangka melakukan aksi bejatnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Banyumas AKP Agung Yudiawan dalam jumpa pers di Mapolres Banyumas, Sabtu (30/3/2019).

Kebejatan tersangka terungkap dari aduan salah satu korban, FKA (13), kepada orangtuanya. Orang tua korban lalu melapor ke komite sekolah.

“Minggu kemarin ada kegiatan Pramuka di sekolah, kemudian salah satu korban melaporkan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan tersangka,” kata  Agung.

Sebelum ditangkap, RK sempat dipanggil pihak sekolah. Di hadapan kepala sekolah dan komite sekolah, tersangka mengakui perbuatannya sehingga kasus tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Setelah beberapa hari, sekolah memanggil pelaku dan saat diinterogasi ternyata dia mengakui. Jumat tanggal 29 Maret dilaporkan ke Polsek Sumpiuh,” ujar Agung.

Dari hasil penyidikan dan laporan yang diterima, tindakan pencabulan dilakukan sejak tahun 2016 dengan rincian korban di tahun 2016 terdapat satu korban, tahun 2017 terdapat 2 korban dan tahun 2019 terdapat 8 korban.

Kesebelas korban tersebut berinisial NI, KF, AP, ZS, DK, RN, NR, DP, RI, YA, dan FKA. Agung mengatakan, kemungkinan korban masih bisa terus bertambah lebih dari 11 anak.

“Semua korbannya laki laki. Korban dionani oleh pelaku, dan ada 4 korban yang saat dilakukan pemeriksaan sudah dilakukan sodomi,” kata Agung.

Ketika ditanya wartawan mengapa dirinya melakukan pencabulan, RK mengaku awalnya cuma iseng tapi kemudian ketagihan. Dia juga mengaku pernah menjadi korban pencabulan saat masih TK.

“Awalnya iseng saja, lalu akhirnya saya ketagihan. Waktu ngajak tidak ada pemaksaan, saya tidak tahu kenapa mereka mau. Saya pernah jadi korban dulu waktu masih TK,” jelasnya.

RK diancam Pasal 82 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun dan paling lama 5 tahun. (gun)

News Feed