oleh

Ini Tanggapan KJRI di Jeddah Perihal Tudingan Rizieq

-Utama-650 views

Jakarta, Radar Pagi – Pentolan FPI Rizieq Syihab menyebut beberapa ketua tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Arab Saudi dihubungi elite parpol pengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.  Rizieq mengatakan para ketua TPS diminta supaya surat suara tercoblos pada nama Jokowi dengan iming-iming sejumlah uang.

“Mereka ditawarkan sejumlah uang, sejumlah fasilitas, dengan syarat kalau mereka mau melakukan apa yang mereka minta, yaitu seluruh kertas suara yang diperuntukkan bagi WNI yang ada di kota-kota kecil di Saudi Arabia semua ditusuk, dicoblos hanya untuk Jokowi,” ujar Rizieq dalam video yang baru-baru ini tersebar luas di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri dengan tegas mengatakan bahwa tudingan Rizieq tersebut adalah fitnah.

“Video itu tidak benar. Justru Ibu Menlu selalu menekankan kepada semua perwakilan di luar negeri untuk bersikap netral,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir  kepada wartawan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).

Senada dengan Arrmanatha, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Lalu Muhammad Iqbal juga menyebut isi video Rizieq sebagai fitnah.

“Sekali lagi kami tegaskan, bahwa pernyataan dalam video RS dalam video itu fitnah karena saya berada di samping Ibu Menlu dalam kunjungan itu,” kata Iqbal.

Klarifikasi juga datang dari KJRI di Jeddah. Lewat pernyataan tertulis, Senin (1/4/2019), pihak KJRI membantah tuduhan Rizieq.

“Tidak benar bahwa Menlu RI mengajak pejabat dan staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk memenangkan salah satu calon pada Pemilu 2019,” tulis pernyataan tersebut.

Menurut KJRI, Menlu Retno Marsudi berada di Jeddah pada 3-5 Maret 2019 untuk meninjau pelayanan publik yang ada dan meresmikan Gedung Pelayanan Terpadu Satu Atap di KJRI Jeddah. Selain itu, Retno juga mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) karena ada rencana pemindahan gedung sekolah.

“Tidak benar Menlu RI melakukan pertemuan dengan staf di KBRI. Menlu RI tidak ke KBRI Riyadh dan hanya melakukan kunjungan ke Jeddah,” tegas KJRI Jeddah.

Selama berkunjung ke KJRI, Retno hanya membicarakan dua isu penting yaitu terkait peningkatan pelayanan publik bagi WNI dan peningkatan kerjasama ekonomi Indonesia-Arab Saudi. Dia menginstruksikan perwakilan RI untuk mendukung penuh PPLN dan agar tetap menunjukkan sikap netral. (jar)

 

 

News Feed