oleh

Ma’ruf Amin Dicegat Massa di Pamekasan, TKN Duga Ada Mobilisasi

-Politik-125 views

Pamekasan, Radar Pagi – Cawapres Ma’ruf Amin dihadang oleh warga di daerah Jembringin, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (4/1/2019). Warga meneriakkan nama Prabowo Subianto.

“Prabowo! Prabowo! Prabowo! Prabowo!” teriak massa ke arah rombongan Ma’ruf seraya menunjukan salam dua jari.

Agar tidak terjadi bentrok, rombongan Ma’ruf Amin terpaksa membatalkan rencana untuk berziarah ke makam leluhurnya, Pangeran Suhra Pradoto, di Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan,

Ma’ruf Amin yang didampingi isterinya, Wury Estu Handayani akhirnya hanya mampir di kediaman KH. Lukman Hikam, seorang kerabat Ma’ruf Amin. Di sana cawapres nomor urut 01 ini disambut ratusan warga dan keluarga besar keturunan Pangeran Suhro yang sering disebut juga dengan nama Pangeran Langgar atau Siding Langgar.

Menanggapi kejadian pencegatan yang dilakukan sekelompok massa mengenakan kaos bergambar Prabowo, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyesalkan kejadian tersebut. TKN menilai penghadangan itu menunjukkan buruknya akhlak pendukung paslon 02.

“Itu akhlak pendukung mereka. Itu kan tidak patut. Kalau dalam tradisi pesantren, apalagi kalau orang mau ke makam wali, tidak boleh dihalang-halangi. Itu akhlak santri yang baik, akhlak orang Jawa Timur,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Senin (1/4/2019).

Menurut Karding, orang yang hendak berziarah ke makam seharusnya tidak dihalang-halangi. Dia pun curiga aksi penghadangan yang membuat Ma’ruf terpaksa membatalkan agendanya itu dimobilisasi pihak tertentu.

“Mungkin saja itu digerakkan, dimobilisasi. Itu ingin menjatuhkan kredibilitas Kiai Ma’ruf sebagai kiai,” katanya.

Keturunan Raja Jambringin

Ahmad Hambali, salah seorang kerabat Ma’ruf di Pamekasan menjelaskan silsilah Ma’ruf Amin. Berawal dari Brawijaya V (Bhre Kertabumi ), Raja Majapahit terakhir yang menikah dengan Dewi Anarawati.

Pasangan ini memiliki anak putra bernama Lembu Petteng. Lembu Petteng ini kemudian punya anak bernama Pragalba yang kemudian punya anak bernama Pangeran Suhro Pradoto.

Pangeran Suhro Pradoto ini di kemudian hari menjadi Raja Kerajaan Jambringin.  Seorang putrinya yang bernama Nyai Narantoko atau Nyai Ageng Harisbaya  yang kemudian menikah dengan Raja Sumedang Larang bernama Gausan Hulun.

Dari jalur ini kemudian lahir Syaikh Abdullah Al Bantani, ayah dari  Syaikh Amin. “Syaikh Amin adalah ayah dari KH. Ma’ruf Amin. Jadi jelas sekali silsilah Kiai Ma’ruf yang tersambung ke kerajaan Jambringin, Pamekasan,” ujar Hambali. (zal)

News Feed