oleh

Rizieq Sebut Menlu Minta WNI di Saudi Dukung Jokowi, Kemenlu: Itu Fitnah!

-Nasional-379 views

Jakarta, Radar Pagi – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir membantah isi video Rizieq Shihab yang menyatakan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi meminta perwakilan di luar negeri, termasuk di Arab Saudi, untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurutnya, isi video tersebut adalah fitnah.

“Video itu tidak benar. Justru Ibu Menlu selalu menekankan kepada semua perwakilan di luar negeri untuk bersikap netral,” kata Arrmanatha kepada wartawan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).

Video berisi rekaman Rizieq Shihab beredar di media sosial dan grup whatsapp dan Telegram tersebut direkam di Arab Saudi setelah kunjungan Menlu Retno ke Jeddah pada 4 Maret 2019.

Dalam video berdurasi sekitar 4 menit itu, Rizieq mengecam Menlu RI, yang ia sebut “mengancam kebebasan staf KBRI dan KJRI di Arab Saudi”.

“Sangat kita sesalkan beberapa waktu yang lalu Menlu datang ke Saudi Arabia, kemudian melakukan pertemuan, baik di KBRI maupun di KJRI, selanjutnya Menlu tanpa malu-malu, tanpa sungkan-sungkan, secara terang-terangan mengajak para staf dan seluruh pekerja yang ada di KBRI maupun KJRI agar bekerja keras memenangkan paslon 01, yaitu Jokowi. Ini sangat kita sesalkan karena apa yang disampaikan oleh Menlu tersebut bernada ancaman dan itu sangat merisaukan seluruh staf maupun para pekerja dan pegawai yang ada di KBRI dan KJRI,” ujar Rizieq.

Rizieq juga menyeru para pendukung pasangan Capres-Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk melawan semua bentuk kecurangan dalam pemilu di Arab Saudi.

Rizieq, yang saat ini berada di Saudi, mengaku mendapatkan laporan ini secara langsung dari WNI yang bekerja di KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah. Para staf KBRI dan KJRI, sebut Rizieq, merasa hak untuk memilih dalam Pilpres 2019 terancam.

“Saya mendapatkan laporan ini langsung dari kawan-kawan yang ada di KBRI maupun di KJRI yang mereka resah, mereka galau dan mereka merasa kebebasan serta kemerdekaan mereka dirampas. Karena itu, kepada seluruh warga negara Indonesia yang ada di Saudi Arabia harus bersama-sama untuk bekerja melawan segala bentuk intimidasi, tekanan ancaman, dan kecurangan,” papar Rizieq.

Rizieq mengaku mendapatkan informasi bahwa para pimpinan parpol pengusung 01 menelepon ketua-ketua tempat pemungutan suara (TPS) di kota-kota kecil di Saudi supaya surat suara tercoblos nama Jokowi.

Namun menurut Arrmanatha, kunjungan Menlu RI ke Arab Saudi adalah untuk meresmikan kantor satu atap pelayanan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di Konsulat Jenderal RI Jeddah, Arab Saudi, bukan untuk hal yang lain. Selain itu, Menlu juga tidak mampir ke Kedutaan Besar RI (KBRI).

“Menlu hanya berkunjung ke Jeddah, ke konsulat jenderal kita yang ada di sana, tidak ke KBRI di Riyadh,” kata dia.

Senada dengan Arrmanatha, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Lalu Muhammad Iqbal juga menyebut isi video Rizieq sebagai fitnah.

“Sekali lagi kami tegaskan, bahwa pernyataan dalam video RS dalam video itu fitnah karena saya berada di samping Ibu Menlu dalam kunjungan itu. Dan tidak ada satu pun pernyataan Menlu tentang dukung-mendukung salah satu capres,” kata Iqbal. (gun)

 

News Feed