oleh

Lembaga Survei Australia Sebut Dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf Turun 0,5 Persen

-Politik-362 views

Jakarta, Radar Pagi – Lembaga survei Australia, Roy Morgan menyebut ada penurunan dukungan untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 0,5 persen pada survei terbaru bulan Maret yang diumumkan pada Selasa (2/4/2019). Di survei sebelumnya pada Februari silam, dukungan untuk petahana mencapai 56,5 persen.

Sebaliknya Roy Morgan mencatat Prabowo-Sandiaga Uno justru mengalami kenaikan dukungan sebesar 0,5 persen menjadi 43,5 persen pada survei terbaru ini.

Meski begitu, secara keseluruhan Roy Morgan menilai Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul dari Prabowo-Sandiaga sehingga diprediksi perolehan suara  Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 17 April 2019 mendatang masih tergolong aman.

Roy Morgan menilai dukungan terbanyak bagi Jokowi datang dari suara kader dan simpatisan PDI Perjuangan. Roy Morgan menempatkan PDIP sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi, yaitu sebesar 39 persen.

Partai Gerindra yang memperoleh suara sebesar 21 persen menempati partai kedua dengan elektabilitas tertinggi di bawah PDIP.

Dalam survei Roy Morgan juga disebutkan Jokowi masih unggul di pedesaan, sementara Prabowo lebih unggul di perkotaan.

“Wilayah perkotaan jauh lebih kompetitif berdasarkan kinerja Prabowo yang kuat di ibu kota Jakarta dan sekitarnya di Jawa Barat termasuk Banten,” tulis Roy Morgan dalam situs resminya.

Untuk provinsi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Sumatera Utara diprediksi akan dikuasai Jokowi. Sementara Prabowo unggul di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi dan Kalimantan.

Pada Pilpres 2014, Prabowo unggul di Provinsi Sumatera Utara, namun dalam Pilpres mendatang diperkirakan Jokowi akan 58,5 persen di provinsi tersebut, sementara Prabowo hanya mendapat 41,5 persen.

Sedangkan Pulau Sulawesi akan menjadi tambang emas bagi Prabowo untuk mendulang suara, karena di sana Prabowo unggul 61 persen atas Jokowi yang cuma mendapat 39 persen.

“Sementara Prabowo 59,5 persen ungguli Jokowi 40,5 persen, selisih yang signifikan di pulau Kalimantan,” Roy Morgan. (jar)

 

News Feed