oleh

Polisi Belum Temukan Potongan Kepala Mayat dalam Koper

-Hukum-114 views

Surabaya, Radar Pagi – Polisi masih mencari bagian kepala dari mayat termutilasi yang ditemukan dalam koper di tepi sungai di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019).

Polisi menerjunkan tim khusus untuk mencari kepala Budi Hartanto (28), warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, yang menjadi korban mutilasi tersebut.

“Saat ditemukan kondisi mayat korban tanpa kepala dimasukan dalam koper. Sekarang kami fokus mencari kepala korban,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Rabu (3/4/2019).

Pencarian kepala korban dilakukan mulai dari rumahnya di Kediri sampai di lokasi penemuan mayat korban di Blitar. Satreskrim Polres Blitar Kota berkoordinasi dengan Polres Kediri Kota untuk mencari kepala korban.

Bersama Polresta Kediri, Polda Jatim juga turun tangan menyisir sekitar lokasi penemuan mayat di bawah jembatan Desa Karang Gondang.

“Kita bantu back up sebab ada dua TKP. Pembuangan di Blitar, tapi asli orang Kediri,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Surabaya, Rabu (3/4/2019).

Korban sehari-hari bekerja sebagai tenaga administrasi di SD Banjarmlati II, Kota Kediri. Selain humoris, Budi juga mempunyai keahlian dalam seni tari. Di luar jam kerjanya, Budi mengajar tari untuk anak anak usia SMP, SMA dan umum.

Paman korban Nasukha (50) mengatakan, Budi merupakan sosok humoris dan menyenangkan.

“Dia sangat sayang sama dua adik-adiknya dan ikut membantu ekonomi keluarga,” kata Nasukha di rumah duka, Jalan Taman Melati, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (3/4/2019).

Senada dengan Nasukha, Safira (17), salah seorang murid Budi menyebut korban mempunyai kepribadian yang terbuka, humoris dan penyabar. “Pak Budi itu baik, orangnya terbuka, humoris dan sangat sabar saat melatih bersama kami. Apalagi beliau perhatian saat mendampingi kami,” ujar Safira saat bertakziyah ke rumah duka, dikutip dari detik.com.

Safira mengaku terakhir kali bertemu dan berkomunikasi dengan Budi, Minggu (31/3) siang. Sore harinya, korban masih berkomunikasi dalam grup Whatsapp, menanyakan soal kompetisi tari.

“Setelah itu tidak ada kabar berita lagi,” imbuhnya.

Belakangan terungkap juga, guru honorer itu sempat berkomunikasi dengan seorang rekannya melalui WhatsApp (WA), Selasa (2/4/2019) sekitar pukul 22.55 WIB.

“Itu kontak terakhir korban dengan rekannya yang juga guru,” ungkap Nasuha.

Dari penjelasan pihak keluarga, korban meninggalkan rumah selepas Magrib. Tujuan korban di warung kopinya di kawasan GOR Jayabaya atau Gedung Nasional Indonesia (GNI).

“Korban keluar naik sepeda motor, sampai sekarang sepeda motornya masih belum ditemukan,” jelas Nasuha. (zal)

 

 

News Feed