oleh

Misteri Mayat dalam Koper: Korban Dibunuh dengan Cara Dipenggal

-Hukum-304 views

Blitar, Radar Pagi – Budi Hartanto (28), warga Kota Kediri, Jawa Timur, yang jasadnya ditemukan dalam koper di Kabupaten Blitar diduga dibunuh dengan cara dipenggal kepalanya, kemudian bagian tubuh lain pun dimutilasi.

“Ya, di dalam koper yang ditemukan tidak ada kepalanya. Bagian itu terpenggal dari pangkal leher. Selain itu ada beberapa luka di bagian tubuh lainnya. Di antaranya tangan,” kata Kasatreskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono saat dikonfirmasi, Kamis (4/4/2019).

Namun polisi belum bisa memastikan dugaan tersebut, sebab pihak kepolisian terus mendalami kasus pembunuhan tersebut. AKP Heri Sugiono mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci tentang aksi pemenggalan kepala Budi. Termasuk beberapa luka di bagian tubuh korban, apakah disebabkan sayatan benda tajam atau terkena benda lainnya.

Hari ini Satreskrim Polresta Blitar berencana meneruskan proses pencarian bagian kepala korban. Penyisiran akan dilakukan mulai dari rumah korban sampai lokasi ditemukan mayatnya dalam koper.

Budi yang merupakan warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kediri sehari-harinya bekerja sebagai guru kesenian berstatus honorer sekaligus tenaga administrasi di SD Banjarmlati II, Kota Kediri.

Selain itu Korban juga memberi kursus tari pada anak-anak dan remaja, dan dipercaya rekannya mengelola usaha bersama sewa rental mobil. Juga jual beli HP, pulsa, dan mengelola warung kopi.

Jasad Budi ditemukan tanpa kepala di tepi sungai di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019). Jasad tersebut tersimpan di dalam koper.

Kamis (4/4/2019) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB tadi, jasad Budi langsung dimakamkan, meski tidak ada kepalanya, di TPU Desa Tamanan, Kecamatan Mojoroto.

Dari penjelasan pihak keluarga, korban meninggalkan rumah selepas Magrib pada Selasa (2/4/2019).

Tujuan korban ke warung kopi miliknya di kawasan GOR Jayabaya. Namun korban juga sempat menyebutkan sedang mempersiapkan sebuah event di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kota Kediri.

“Korban keluar naik sepeda motor, sampai sekarang sepeda motornya masih belum ditemukan,” jelas Nasukha, paman korban.

Nasukha menambahkan, berdasarkan keterangan sang ibu korban, Hamidah, dalam keseharian Budi tidak pernah membawa barang-barang berharga.

Namun di hari naas itu, Budi pergi membawa handphone, laptop dan sejumlah uang yang dimasukkan dalam tas.

“Berapa uang yang dibawa ibunya tidak tahu, namun disebutnya banyak,” jelas Nasukha

“Biasanya itu tidak pernah membawa barang-barang, namun hari itu dia pergi membawa uang, HP dan laptop dalam satu tas,” imbuh Nasukha. (zal/dtc)

News Feed