oleh

Jaksa Sebut Vanessa Angel Pernah Ditawari untuk ‘Temani’ Seorang Menteri

-Hukum-125 views

Surabaya, Radar Pagi – Artis Vanessa Angel ternyata pernah ditawari untuk menemani makan malam seorang menteri. Makan malam yang dimaksud bukan sekadar makan malam biasa, melainkan makan malam mimican alias mimik-mimik cantik.

Penolakan Vanessa ini terkuak dalam surat dakwaan muncikari Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy, yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Winarko. Surat dakwaan dibacakan dalam sidang lanjutan kasus prostitusi online dengan terdakwa Nindy di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (4/4/2019) kemarin.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko, hal ini bermula saat terdakwa dihubungi muncikara lain, Tentri Novanta pada 23 Desember 2018 lalu.

Nindy ditanya oleh Tentri apakah Vanessa Angel bisa diajak untuk menemani kliennya yang diklaimnya sebagai seorang menteri.

“Terdakwa dihubungi oleh saksi Tentri Novanta melalui telepon dengan menggunakan akun Whatsapp, yang menanyakan apakah artis yang bernama Vanessa Angel bisa diajak untuk menemani kliennya yang katanya seorang menteri untuk diajak dinner atau mimican,” kata Winarko.

Karena Nindy tidak kenal langsung dengan Vanessa, dia kemudian menghubungi temannya yang juga terduga muncikari lain bernama Fitriandri, sekaligus pemilik Vitly Management artis.

Namun ketika tawaran itu disampaikan kepada Vanessa, ternyata ditolak dengan alasan Vanessa maunya langsung diajak ‘ngamar’.

“Bahwa kemudian Fitriandy mengatakan kepada Nindy, bahwa saksi Vanessa Angel tidak mau menerima job dinner atau mimican, tapi maunya langsung ngamar atau menemani di dalam kamar,” kata Winarko.

Meski menolak tawaran dinner seorang menteri, tapi rezeki Vanessa terus berlanjut lewat bisnis jualan ‘daging mentah’nya. Hampir pada saat bersamaan, mantan kekasih salah seorang cucu Bung Karno ini mendapat order ngamar dari seorang pengusaha tambang pasir bernama Rian Subroto.

Pada 3 Januari, mucikari Tentri mengirimkan uang muka senilai Rp 20 juta ke rekening Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy dan oleh Nindy langsung diteruskan ke rekening Fitriandri bersamaan dengan bukti booking tiket pesawat pulang-pergi Surabaya-Jakarta untuk Vanessa dan asistennya dari Rian.

Selanjutnya, pada 5 Januari 2019, Tentri mentransfer lagi uang senilai Rp 42,5 juta ke rekening terdakwa untuk pelunasan booking Vanessa. Apesnya, pada hari yang sama, Vanessa dan Rian ditangkap petugas Polda Jatim saat sedang ‘ehem-ehem’ di dalam kamar Hotel Vasa, Jalan HR Muhammad 31, Surabaya.

Selanjutnya polisi juga menangkap beberapa mucikari yang terlibat dalam kasus prostitusi online ini, termasuk terdakwa Nindy. Terdakwa ditangkap pada 16 Januari 2019 saat sedang berada di rumah kontrakan di Cluster Serua Mansion Nomor 14 Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Indivasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ujar jaksa membacakan dakwaan.  (jar)

News Feed