oleh

Jelang Pemilu, Dandim Solo Ajak Warga Jaga Keamanan dan Kesejukan Kota Surakarta

-TNI/POLRI-88 views

Surakarta, Radar Pagi – Dalam Rangka menjelang Pesta Demokrasi Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019, Pemerintah Kota Surakarta dan seluruh elemen masyarakat berharap Kota Solo (Surakarta) tetap aman, sejuk, damai dan kondusif.

Karena itu, Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf Ali Akhwan SE menyerukan kepada seluruh warga Kota Solo, khususnya kepada Umat Islam untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kesejukan Kota Surakarta jelang Pilpres.

“Kita jangan sampai terpecah belah. Di Al-qur`an disampaikan sesungguhnya umat Muslim bersaudara maka damailah dan takut kepada Allah SWT agar mendapat Rahmat,” kata Letkol Inf Ali Akhwan dalam acara ‘Silaturohmi Damai untuk Indonesia’ yang baru-baru ini digelar di Pagelaran Keraton Surakarta Hadiningrat.

Dalam acara bertemakan “Umat Bersatu, Damai Indonesiaku, Sejahtera Bangsaku” yang dihadiri sekitar 5.000 orang itu, Dandim mengajak seluruh warga yang hadir untuk berikrar bahwa seluruh Umat Islam bersaudara.

“Kami sebagai wakil pemerintahan di Solo mendambakan kerjasama kita semua. Dalam hadits ada dua kelompok manusia, kalau baik maka masyarakat akan baik. Dua kelompok itu adalah ulama dan umaroh. Mari kita sukseskan Pilpres dan Pileg 2019,” katanya.

Selanjutnya dilakukan pembacaan ikrar  oleh  para tokoh agama dan para pejabat Muspida Surakarta. Isi ikrar yang dibacakan sebagai berikut:

Ikrar pesan damai dari Solo untuk Indonesia:

Dengan Rahmat Allah Tuhan yang Maha Esa kami majelis Silaturahmi Ulama dan Tokoh Islam Surakarta bersama perwakilan dari Lintas Agama dan segenap Ormas yang ada di Kota Surakarta dengan ini berikrar:

  1. Menjunjung perdamaian antar komponen bangsa.
  2. Perbedaan apapun baik Suku Ras Agama dan perbedaan pilihan dalam Pemilu tidaklah menjadi sebab untuk saling memusuhi kita tetap bersaudara Sebangsa dan Setanah Air Indonesia
  3. Bertekad untuk mengikuti Pemilu 2019 dengan damai siapapun Pemenangnya akan dihormati kami menolak segala bentuk kerusuhan kerusakan dan perusakan di Kota Solo khususnya dan untuk Indonesia pada umumnya.
  4. Mewujudkan Persatuan Indonesia dengan menjaga perdamaian tidak mudah diadu domba dengan bertekad menyelesaikan masalah dengan Musyawarah
  5. Bertekad menumbuhkan cinta Tanah Air serta menjaga keutuhan Bangsa dan Negara Persatuan Republik Indonesia yang berdaulat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Acara ini dihadiri antara lain Kombes Pol Ribut Hari Wibowo (Kapolresta Surakarta), Drs. Tamso (Staf Ahli Walikota Surakarta/mewakili, KH Muhammad Halim Naharususrur (Ketua Panitia Pengasuh Ponpes Ta’ Mirul) Habib Abdurrahman Fahmi (Ketua Pelaksana Silaturahmi Umat),Habib Umar Assegaf (Habaib), Dr. Muninudinillah Basri, MA ( DSKS ), KH Wahyudin (Ponpes Al Mukmin Ngruki ), KH Subari (Muhammadiyah), KH Sofwan Fauzi (NU), Drs. Ahmad Sukina ( MTA), Buya Soni (Al Hidayah).

Hadir pula Ustad Abdul Aziz, Burhanudin Hilal (Ketua Kordinator Teknis), Ustad Nurhadi Waseno (Pimpinan Ponpes Makaryo perwakilan dari DSKS), Ustad Aris munandar (Ketua Dewan Dakwah Jateng) dan Gusti Dipo Kusumo (Pengageng Keraton).

Untuk elemen atau ormas yang hadir dalam acara tersebut antara lain Muhammadiyah, FJI, FPI, KOKAM, Pagar Nusa, Mujahidin, Relawan Al Hidayah, Kopassgad (Padepokan Goblog), Satgas MTA, Ponpes ibnu abas, Ponpes al kahfi, Ponpes ababil Juba rescue, Jamaah DDI.

Lalu Majelis Mujahidin Indonesia, GP Anshor Surakarta, Muslimat NU, Fatayat NU, IPPNU, Lagar Nusa, DSKS, Darul Musthofa, Ponpes Ibnu Abbas Klaten, Ponpes Al Kahfi, Ponpes Ababil dan Ponpes Darussalam. (agus)

 

 

News Feed