oleh

Kutukan Ahok Makan Korban Lagi? Polisi Tahan Pendiri PA 212 Karena Kasus Penipuan

-Utama-355 views

Jakarta, Radar Pagi – Polda Metro Jaya resmi menahan pendiri Persaudaraan Alumni (PA) 212, Buchari Muslim, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan visa haji.

“Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dan kapasitas penyidik akhirnya tersangka dilakukan penahanan sampai sekarang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/4/2019).

Buchari sebelumnya ditangkap pada Kamis (4/4/2019) kemarin sekitar pukul 4.30 WIB di Perum Taman Permata Cikunir, Bekasi, dan langsung digiring ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa.

“Yang bersangkutan kita periksa sebagai tersangka didampingi oleh lawyer pengacara staf dari Pak Egi Sudjana,” ujar Argo.

Menanggapi penangkapan itu, Ketum PA 212 Slamet Maarif menduga ada muatan politis di baliknya, karena Buchari merupakan caleg dan tergabung dalam gerakan 212.

“Perkara UBM adalah kasus pribadi terkait perselisihan bisnis travel dan utang piutang, itu pun kasus lama. Seharusnya masuk kasus perdata, tetapi entah kenapa dapat beralih menjadikannya kasus pidana, lalu langsung digerebek dan ditahan, tanpa proses pemanggilan dan pemeriksaan sebagaimana mestinya,” katanya.

PA 212 pun berencana mengajukan penangguhan penahanan. “Kami melalui para pengacara terhadap penahanan yang bersangkutan, akan mengambil langkah hukum, di antaranya sesegera mungkin akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Adapun soal-soal lainnya yang berhubungan dengan perkara a quo, silakan komunikasi dengan kuasa hukum UBM yang telah ditunjuk oleh yang bersangkutan,” ujar Slamet.

Polisi sendiri membantah tudingan ada muatan politis di balik penangkapan Buchari Muslim, sebab polisi melakukan penangkapan karena ada laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan.

Ada laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan, tidak ada kaitannya sama politik,” tegas Argo.

Kasus dugaan penipuan ini berawal ketika Buchari mengaku bisa mengurus visa haji furodah untuk 27 orang calon jamaah haji yang hendak diberangkatkan oleh Jamaludin.

Tertarik dengan penawaran itu, Jamaluudin dan Buchari kemudian bertemu di depan Kedutaan Besar Arab Saudi.

Di sana Jamaludin menyerahkan uang USD 136.500 berikut 27 paspor kepada Buchari untuk pengurusan visa haji furodah.
Tetapi visa haji furodah yang dijanjikan tidak kunjung keluar dan Buchari pun tidak bisa dihubungi.

Jamaludin kemudian meminta bantuan kepada Syeikh Ali Jabber untuk menghubungi Buchari.
Hingga akhirnya Jamaludin dan Buchari bertemu dan Buchari membuat surat pernyataan bahwa dirinya memang telah menerima uang dan 27 paspor dari Jamaludin.

Namun hingga kasus itu dilaporkan ke polisi, Buchari tidak kunjung mengembalikan uang Jamaludin.

Saat ini di dunia maya, netizen telah ramai membicarakan kasus ini. Mereka mengkaitkannya dengan ‘kutukan Ahok’ saat di pengadilan dulu, di mana Ahok pernah berkata bahwa satu per satu orang yang menzaliminya akan dipermalukan. (mei/dtc/jar)

 

News Feed