oleh

Asmara Sesama Jenis Diduga Jadi Sebab Dipenggalnya Budi Hartanto

-Hukum-102 views

Surabaya, Radar Pagi – Asmara sesama jenis diduga menjadi motif pembunuhan sadis terhadap Budi Hartanto (28), warga Kota Kediri yang jasadnya baru-baru ini ditemukan tanpa kepala di dalam koper di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Sejauh ini, Polda memeriksa 14 saksi, 5 di antaranya merupakan pria gemulai layaknya wanita. Ke-5 saksi ini mengaku berkenalan dengan korban melalui media sosial. Mereka merupakan teman korban sesama dancer (penari).

“Iya memang gemulai. Mereka berlima ini lelaki tapi sesama dancer dengan korban,” ujar Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela, beberapa saat lalu.

Sebelumnya polisi menduga ada tiga motif pelaku dalam pembunuhan itu. Yakni soal ekonomi, perampokan, dan asmara. Namun kini dugaan motifnya semakin mengerucut ke persoalan asmara.

“Sekarang kita kerucutkan kembali. Dari 14 saksi yang sudah kita periksa, kami berkeyakinan bahwa kami menghilangkan motif perampokan atau curasnya dan kami menghilangkan motif ekonomi dari kasus ini. Kita masuk pada hal yang berkaitan dengan asmara,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, beberapa saat lalu.

Namun sejauh ini polisi belum menemukan bukti nyata bahwa korban sudah pasti merupakan kaum LGBT, tapi polisi mengakui ada kecenderungan ke arah sana. “Ada beberapa hal yang harus kita dalami dari penyidik berkaitan dengan orientasi seks yang berbeda dari yang lainnya,” kata Barung.

Sebelumnya Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, membenarkan beredarnya informasi yang menyebut bahwa korban adalah penyuka sesama jenis.

“Informasinya di lapangan memang seperti itu karena kebetulan teman-temannya demikian. Namun kami tetap harus sesuai fakta yang ada dengan melakukan penyelidikan,” ujar Heri, Kamis (4/4/2019) silam.

Heri mengaku belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut, apalagi hasil otopsi jasad korban belum keluar. “Kami belum bisa mengungkap itu karena sampai saat ini hasil forensik jasad korban belum keluar,” imbuh Heri.

Salah seorang kerabat korban, Surahmat, saat berada di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar pada Rabu (3/4/2019) malam silam juga mengakui bila korban sehari-harinya berperilaku seperti seorang wanita.

“Dia rodok (agak) kemayu memang,” ujar Surahmat.

Hingga saat ini Polda Jatim masih mencari pelaku sekaligus mencari bagian kepala korban.

Tim gabungan yang dipimpin Kasubdit Jatanras Polda Jatim mengkonsentrasikan penyelidikan di Kediri karena diduga di kota tersebutlah korban dihabisi, sementara Blitar hanya menjadi lokasi pembuangan mayatnya. Budi Hartanto. Mayat tanpa kepala yang ditemukan dalam koper.

“Kita menduga bahwa Blitar Kota hanyalah tempat pembuangan. Eksekusi bukan ditempat itu,” kata Frans Barung Mangera.

Berdasarkan keterangan salah satu muridnya, Budi yang merupakan tenaga honorer di SD Banjar Melati II Kota Kediri tidak merespon percakapan di salah satu grup WhatsApp pada Selasa (2/4/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan warga Blitar menemukan mayat Budi, Rabu (3/4/2019) sekitar pukul 07.00 WIB. Jadi ada rentang waktu sekitar 8 jam Budi tidak merespon komunikasi di HP dengan waktu penemuan mayat dalam koper. (gun)

News Feed