oleh

Kampanye Jokowi di Batam Sukses Berat, Puluhan Orang Pingsan Karena Berdesakan

-Politik-76 views

Batam, Radar Pagi – Calon presiden Jokowi berkampanye di Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (6/4/2019). Kampanye tersebut dihadiri puluhan ribu massa pendukung yang meluber sampai ke ruas-ruas jalan di dekat lokasi kampanye. Puluhan orang pun pingsan karena berdesakan.

Jokowi tiba di dekat Lapangan Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Kota Batam, Kepulauan Riau, sekitar pukul 15.45 WIB. Kehadiran petahana langsung disambut antusias oleh para pendukung yang sudah memenuhi ruas jalan.

Tabuhan alat musik ‘kompang’ khas Melayu menyambut Jokowi. Ada juga pertunjukan seni reog Ponorogo yang asalnya dari Pulau Jawa, dan atraksi barongsai turut mengawal Jokowi menuju arena kampanye.

Sementara itu, di panggung kampanye, grup musik rock Jamrud menghibur puluhan ribu pendukung yang sudah berkumpul.

Jokowi pun susah payah mencapai panggung lantaran terhambat kerumunan massa yang mengajak bersalaman dan foto bersama, sampai-sampai panitia melalui pengeras suara meminta massa membuka jalan untuk Jokowi.

“Tolong dibuka jalannya untuk Pak Jokowi,” ucap pembawa acara dari atas panggung.

Tiba di panggung kampanye, Jokowi berlari menyapa pendukung yang ada di bawah. Jokowi juga menyalami dan berfoto dengan beberapa pendukungnya.

Hadir juga dalam kampanye ini Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Dia mengajak masyarakat memilih Jokowi dan KH Ma’ruf Amin pada 17 April 2019.

“Saya mengajak Anda semua untuk memilih pasangan capres dan cawapres nomor 01. Ayo kita pilih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Jokowi-Ma’ruf Amin menang,” katanya.

Ketatnya kerumunan massa selama kampanye Jokowi ternyata berdampak pada mereka sendiri. Puluhan orang pingsan karena berdesakan.

Baru saja Jokowi naik ke panggung, panitia kampanye sudah langsung sibuk mengawal sisi panggung. Rupanya ada beberapa orang yang pingsan.

Melihat hal itu, Jokowi meminta massa tenang dan tidak terlalu rapat. “Sebelum saya mulai, saya minta agak dilonggarkan sedikit, jangan dorong-dorongan. Karena sudah 27 yang pingsan. Jangan dorong-dorongan, jangan dorong-dorongan. Bisa ya?” kata Jokowi.

“Bisa!” jawab massa serentak.

Namun, di sela Jokowi hendak berpidato, beberapa orang masih terlihat diangkat ke atas panggung dan dilarikan ke belakang panggung menuju ruang medis. Jokowi kembali mengingatkan pendukungnya.

“Ini yang pingsan sudah lebih dari 30. Hati-hati semuanya. Hati-hati jangan desak-desakan, jangan dorong-dorongan. Biar yang pingsan nggak nambah. Ini sudah hampir 40 orang, jangan ada yang dorong-dorong lagi, biar nggak ada yang pingsan lagi,” kata Jokowi.

Imbauan Jokowi pun nyaris tak berarti karena massa semakin berdesakan setelah massa yang semula berada di luar ikut masuk ke dalam lapangan. Korban pingsan pun terus berjatuhan.

“Ini yang pingsan sepertinya sudah lebih dari 50 orang. Jangan ditambah lagi,” kata Jokowi.

Jadi Pelajaran

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menganggap insiden ini sebagai pelajaran penting bagi panitia acara agar tak terulang di wilayah lain.

“Masukan penting bagi panitia kampanye untuk mengantisipasi dengan baik dan membuat perencanaan yang lebih matang agar peristiwa ini tidak terulang kembali di wilayah lain,” kata Wakil Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Daniel Johan, Minggu (7/4/2019).

Daniel menuturkan sebenarnya insiden ini adalah ekspresi nyata kecintaan rakyat, di mana mereka rela berdesakan di tengah cuaca panas untuk melihat secara langsung Presiden Jokowi. Daniel juga menyebutkan hal tersebut menunjukan antusiasme rakyat agar Presiden Jokowi dapat kembali memimpin satu periode lagi.

“Ini ekspresi nyata kecintaan rakyat terhadap Pak Jokowi, karena rakyat merasakan hasil kerja nyata Pak Jokowi selama 4,5 tahun terakhir ini dan ingin Pak Jokowi melanjutkan memimpin Indonesia 5 tahun ke depan,” ujar Daniel.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyayangkan insiden massa pingsan saat kampanye akbar Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kepulauan Riau (Kepri). BPN mempertanyakan kesiapan panitia acara.

“Memang harus dari awal panitia prepare, saya nggak tahu nih panitianya nggak prepare (persiapan) atau apa. Tapi kita tetap sayangkan,” kata Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, kepada detikcom, Minggu (7/4/2019).

Andre mengatakan insiden tumbangnya massa saat kampanye akbar Jokowi juga menjadi pelajaran untuk pihaknya, “Ya mudah-mudahan ini jadi pelajaran, bukan hanya di pihak Pak Jokowi, tapi juga di pihak kami,” katanya. (rjo/aan/aud/dnu/dtc/jar)

News Feed