oleh

FPI Minta Polisi Tangkap Massa PDIP yang Serang Markas FPI Yogyakarta

-Politik-617 views

Jakarta, Radar Pagi – DPP Front Pembela Islam (FPI) mengeluarkan sikap atas kericuhan yang terjadi di markas Front Pembela Islam (FPI) Yogyakarta, Minggu (7/4/2019) kemarin. Intinya, mereka meminta massa PDIP ditangkap. Berikut bunti pernyataan resmi mereka yang ditandatangani Ketua Umum KH Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum Munarman.

1. Bahwa tindakan anarkis, brutal, biadab dan aksi premanisme yang dilakukan oleh gerombolan pengacau keamanan oknum partai peserta pemilu pengusung 01 tersebut adalah sudah merupakan tindakan di luar batas, melanggar norma hukum dan keadaban serta kesantunan politik. Tindakan tersebut sudah merupakan tindakan kriminal terorganisir serta pidana pemilu yang semestinya berimplikasi pada sanksi pembatalan partai yang bersangkutan sebagai peserta pemilu.

2. Walaupun keberadaan DPD-FPI Yogyakarta sudah dibekukan sejak 3 tahun yang lalu, namun masih banyak simpatisan FPI di Yogyakarta, sehingga wujud kecintaan para simpatisan ke FPI adalah dengan adanya atribut dan kalimat yang terasosiasi dengan FPI di rumah maupun di kendaraan simpatisan tersebut.

3. Dewan Pimpinan Pusat-Front Pembela Islam (DPP-FPI) mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan hukum yang tegas sebagaimana yang sering dipraktikkan ketika tuduhan pelanggaran hukum dituduhkan kepada pendukung 02. Sudah menjadi standar aparat penegak hukum, ketika pendukung 02 dituduh melanggar hukum walau dengan baru terindikasi, maka tindakan tegas penangkapan melalui cara-cara seolah pelanggaran hukum berat dan berbahaya bahkan dengan segala ekspose media besar-besaran. Maka kini sikap yang sama mestinya mesti dipraktikkan oleh aparat hukum untuk menunjukkan bahwa aparat hukum tetap profesional, modern dan terpercaya.

Sebelumnya kerusuhan terjadi antara massa PDIP dan massa FPI di Jalan Wates KM. 8, Pedukuhan Ngaran, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman. Simpatisan PDIP sedang melintas di Jalan Wates untuk menghadiri kampanye terbuka Pilpres 2019 kubu 01 di Alun-alun Wates, Kulon Progo.

Namun di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan warga di Kompleks Markas FPI DIY-Jateng hingga terjadi saling ejek dan memicu kericuhan. Akibatnya, dua unit mobil milik FPI dan rumah yang ditinggali Ketua FPI DIY, Bambang Tedy mengalami kerusakan.

Menurut Bambang Tedy, dirinya memiliki bukti bahwa sekelompok orang itulah yang pertama kali menyerang markas FPI sekaligus posko pemenangan Prabowo-Sandi. Bukti tersebut adalah kesaksian dari polisi yang berjaga serta rekaman CCTV yang terpasang di sekitar markas FPI.

“Kita kalau menyalahi atau kita ganggu dia di jalan wajarlah dia ngamuk ke markas ini (FPI DIY), lha ini wong kita nggak ngapa-ngapa, kok terus diserbu gitu,” ujarnya, Senin (8/4/2019).

“Kalau kita memang niat menghadang jelas ada persiapan dan kita siapkan orang lebih banyak. Terlebih ini tadi cuma ada beberapa orang di markas (FPI),” sambung Bambang.

Sementara itu, Pengurus Pusat (PP) Tentaralangit Familia selaku organisasi sayap PDIP juga mengeluarkan klarifikasi berisi 11 poin pernyataan kejadian kemarin.

Berikut klarifikasi PP Tentara Langit Familia:

1. Bahwasanya Tentaralangit familia pada hari Minggu 7 April 2019 melaksanakan agenda giat mengikuti kampanye terbuka nasional di Alun-alun Wates, sesuai dari arahan DPD PDI PERJUANGAN DIY.

2. Bahwasanya Tentaralangit familia sesuai hasil rapat koordinasi internal Pengurus Pusat, sepakat menentukan titik kumpul di halaman parkir belakang Hotel Jambuluwuk pukul 9.00 WIB, dimana kami sudah diberi ijin oleh pemilik lahan dan sudah berkoordinasi dengan Polsek Pakualaman.

3. Bahwasanya tepat pukul 10.00, rombongan besar Tentaralangit familia, bekekuatan 1800an anggota, mulai berangkat menuju alun-alun Wates, sesuai rute yang sudah ditentukan berdasarkan hasil rapat koordinasi internal, mengambil rute titik kumpul – perempatan bintaran – perempatan Gondomanan – jokteng wetan – jokteng kulon -bugisan – perempatan Patangpuluhan – perempatan Wirobrajan – jalan Wates – alun alun Wates.

4. Bahwasanya rute tersebut sudah dikoordinasikan dengan aparat terkait dimana dalam perjalanan, Tentaralangit familia mendapatkan pengawalan 2 unit mobil polisi, bergantian, dari Polsek Pakualaman dan Polsek Wirobrajan, hingga sampai jalan ring road.

5. Bahwasanya selama perjalanan berangkat, seluruh anggota Tentaralangit familia tertib berlalulintas, menaati rambu-rambu lalulintas, bahkan tidak ada motor belombongan di dalam rombongan kami. (Terbukti selama perjalanan berangkat dan pulang, tidak ada satupun anggota Tentaralangit familia yang terkena razia dari aparat kepolisian).

6. Bahwasanya selepas jalan ring road, tanpa pengawalan lagi dari aparat kepolisian, rombongan besar Tentaralangit familia terus bergerak melanjutkan perjalanan dengan tertib berlalu lintas.

7. Bahwasanya sesampainya di jalan Wates, tepatnya di depan mabes FPI, rombongan Tentaralangit familia terus bergerak menuju alun-alun Wates, sampai saat dimana ada kegaduhan di barisan belakang rombongan.

8. Bahwasanya rombongan depan Tentaralangit familia yang sebelumnya sudah berada sekitar 100 meter melewati mabes FPI, serentak berhenti, lari kebelakang, dan mendapati bahwa barisan belakang rombongan dilempari batu oleh sekelompok massa yang berada di dalam gang mabes FPI, dimana beberapa diantaranya juga mengacung acungkan pedang.

9. Bahwasanya spontan rombongan Tentaralangit familia melawan, sehingga perang batu/aksi lempar batu pun tidak dapat dihindari antara Tentaralangit familia dan massa yg berada di dalam gang mabes FPI. Namun dalam kejadian aksi saling lempar ini, massa Tentaralangit familia tidak merengsek masuk ke dalam gang, tetap bertahan di luar gerbang/portal gang mabes FPI.

10. Bahwasanya aksi saling lempar batu tersebut berlangsung sekitar 30 menit, tidak ada aksi pengrusakan bangunan, dimana 1 mobil Jeep yang kacanya pecah pun awalnya pecah diakibatkan oleh lemparan batu balasan dari massa FPI sendiri, mengingat mobil Jeep tersebut diparkir persis dibelakang gerbang/portal gang mabes FPI.

11. Bahwasanya selepas 30 menit, para pengurus Tentaralangit familia dibantu beberapa aparat polisi dan TNI berhasil mengendalikan keadaan, anggota Tentaralangit familia pun kembali melanjutkan perjalanan menuju alun-alun Wates.

Demikian klarifikasi ini kami buat , demi terciptanya suasana kondusif di kemudian hari, dan meluruskan berita berita hoax yang sudah berkembang sedemikian cepatnya. (jar)

News Feed