oleh

KPK Ogah Panggil Nusron Wahid Kalau Hanya Berdasarkan Pengakuan Bowo

-Politik-67 views

Jakarta, Radar Pagi – Tersangka kasus dugaan suap pupuk, Bowo Sidik Pangarso, mengaku diperintah oleh Nusron Wahid menyiapkan 400 ribu amplop untuk keperluan ‘serangan fajar’ agar lolos sebagai caleg di Pemilu 2019.

Namun Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menegaskan pihaknya tidak bisa begitu saja mempercayai keterangan Bowo. Menurut Febri, proses penyelidikan KPK tidak pernah tergantung pada satu keterangan saksi atau satu tersangka saja.

“Di KPK kita tahu ada dalam beberapa kasus, tersangka yang menyebut nama-nama lain atau peran dari pihak-pihak lain. Bagi KPK, satu keterangan saja tentu saja tidak cukup,” ujar Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Keterangan saksi atau tersangka, kata Febri, perlu diklarifikasi dan diverifikasi lewat bukti serta keterangan saksi lainnya, serta melihat kesesuaian dengan bukti-bukti yang lain.

“Tapi tentu kami akan telusuri lebih lanjut informasi-informasi terkait sumber dana dari sekitar Rp 8 miliar tersebut,” ujarnya.

Meski begitu, tetap terbuka peluang bagi KPK untuk memanggil Nusron Wahid guna dimintai keterangannya, sepanjang dirasa perlu demi kepentingan penyelidikan dan pengungkapan kasus yang menjerat Bowo Sidik.

“Nanti penyidik jika membutuhkan keterangan dari pihak-pihak tertentu, siapapun orangnya, sepanjang relevan dan terkait tentu akan kami panggil,” tandas Febri.

Sebelumnya, Bowo Sidik melalui pengacaranya Saut Edward menyebut telah menerima perintah dari Ketua Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan Partai Golkar Nusron Wahid untuk menyiapkan 400 ribu amplop ‘serangan fajar’ yang akan dibagikan kepada masyarakat. Nusron Wahid disebut Bowo juga menyiapkan sekitar 600 ribu amplop.

Lebih mengagetkan lagi, sumber dananya disebut didapat dari seorang menteri cabinet saat ini. Namun siapa menteri yang dimaksud, identitasnya belum dibuka.

Nusron Wahid sendiri membantah tudingan Bowo. Kepada wartawan dia hanya berkomentar singkat, “Itu tidak benar.”

Namun Bowo memastikan bahwa Kepala BNP2TKI itu memang telah memerintahkan dirinya untuk menyiapkan 400 ribu amplop  senilai Rp 8 miliar.

Menurut Bowo, sebagai seorang muslim yang taat sudah seharusnya Nusron bersikap jujur dan kooperatif.

“Ya Nusron kan seorang muslim ya. Seorang muslim yang beriman ya. Ya gitu,” ujar Bowo usai diperiksa di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Tapi Bowo diam saat ditanya mengenai posisi dan peran Nusron terkait amplop serangan fajar tersebut.

Terungkapnya skandal amplop serangan fajar ini bermula ketika KPK melakukan penggeledahan di kantor Bowo untuk menyelidiki kasus suap pupuk. Ternyata KPK menemukan 82 kardus dan dua boks kontainer berisikan 400 ribu amplop berisi uang di kantor tersebut.

Diduga uang dengan total nilai Rp8 miliar itu dipersiapkan oleh Bowo untuk ‘serangan fajar’ untuk kepentingan pencalonan Bowo sebagai anggota DPR RI di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak. (jar)

 

News Feed