oleh

Siapa Menteri Dalang Duit Rp8 Miliar dalam Amplop yang Disita KPK?

-Utama-88 views

Jakarta, Radar Pagi – Pengacara anggota DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso mengatakan duit Rp 8 miliar dalam amplop yang disita KPK, diduga berasal dari seorang menteri dalam cabinet Jokowi-JK.

“Sumber uang yang memenuhi Rp 8 miliar yang ada di amplop tersebut dari salah satu menteri yang sekarang lagi menteri di kabinet ini,” ujar Saut Edward Rajagukguk pengacara Bowo Sidik Pangarso kepada wartawan di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Namun ketika ditanya nama menteri yang dimaksud, Saut belum mau menjelaskannya, apalagi dia menduga kliennya juga belum menyebutkan nama menteri dimaksud kepada KPK. Tetapi keterangan soal ada menteri yang memberi uang itu sudah disampaikan ke KPK.

Dia pun mengaku hal tersebut sedang didalami oleh penyidik KPK. “Sudah lagi didalami sama KPK,” kata dia.

Saut juga mengaku tak tahu apakah menteri itu masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) atau tidak.  “Menteri itu masuk di TKN atau tidak, saya kurang mengetahui, partainya juga belum disebutkan. Kami kasih kesempatan kepada penyidik untuk mendalami,” katanya.

Bowo Sidik yang merupakan anggota Komisi VI DPR RI sebelumnya telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus suap pelaksanaan  kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Ketika KPK melakukan penggeledahan di kantor Bowo untuk menyelidiki kasus suap tersebut, ternyata KPK menemukan 82 kardus dan dua boks kontainer berisikan 400 ribu amplop berisi uang yang diduga dipersiapkan oleh Bowo untuk ‘serangan fajar’ di Pemilu nanti.

Dari 82 kardus dan dua boks kontainer itu, terdapat uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop.

Sejauh ini, dari pengakuan Bowo, uang tersebut akan dipakai untuk kepentingan pencalonan Bowo sebagai anggota DPR RI di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak.

Kepada penyidik Bowo juga membawa-bawa nama rekan separtainya, Nusron Wahid, yang juga akan maju sebagai caleg. Menurut Bowo, Nusron juga mengumpulkan amplop untuk kepentingan ‘serangan fajar’.

Tapi menurut Saut sesuai keterangan kliennya, uang yang akan digunakan oleh Bowo Sidik dan Nusron Wahid berasal dari sumber yang berbeda. “Bukan, beda-beda sumber. Pak Nusron dia punya sumber sendiri, Pak Bowo punya sumber sendiri,” ujarnya. (jar)

 

 

News Feed