oleh

Kepengurusan P3SRS GCM Tonny Soenanto Dijadikan Percontohan Pergub Rusun

Jakarta, Radar Pagi – Gubernur  Amies  Baswedan  bakal mengesahkan Kepengurusan P3SRS Graha Cempaka Mas (GCM) hasil Penyesuaian Pergub 132/2018 sebagai percontohan untuk membuktikan pernyataannya bahwa dia disumpah dengan alquran,  bukan dengan buku cek pengembang hitam.

Menurut Sekjen RUALB 2 P3SRS GCM, Dian Anggraeni, Anies membuat deskresi untuk penegakan keadilan bagi warga rusun di DKI agar tidak boleh lagi pengembang hitam mendzalimi para pemilik rusun dengan cara pelaksanaan Pergub 132/2018 yang setiap tahapnya dikawal oleh staf DRKP DKI.

“Dalam proses penyesuaian Pergub 132/2018 di Kawasan GCM sejak pembentukan Panmus (Panitia Musyawarah) dihadiri oleh staf DRKP DKI begitu juga pada RUALB 1 dan RUALB 2 juga dihadiri oleh staf DRKP DKI  yg menghasilkan kepengurusan baru hasil Pergub 132/2018,” ujar Dian Anggraeni di di GCM, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019).

Diketahui kepengurusan Tonny Soenanto dkk didemisionerkan sesuai aturan pasal Penyesuaian Pergub 132/2018 dan ternyata terpilih kembali Tonny Soenanto dengan Sekjen yang baru, yaitu Dian Anggraeni.

Sementara Ketua Panmus P3SRS GCM Haryo Satmiko mengungkapkan pertimbangan warga pemilik GCM sangat masuk akal, karena Tonny Soenanto dkk terbukti  menjalankan amanah untuk menegakkan keadilan di rumah sendiri dengan mengacu UU20/2011. Sehingga setelah paripurna diperolah legalitas dan legitimasi secara komplit, yakni sebagai berikut:

  1. Dokumen serah terima pertelaan dari pengembang ke P3SRS tahun 1999
  1. SK Gub 1024 Tahun 1997 Pengesahan Pertelaan GCM
  2. SK Gub 1029 Tahun 2000 Pengesahan Badan hukum P3SRS GCM (d/h PPRSC GCM)
  3. Putusan Kasasi 100K yang telah inkrach menyatakan bahwa Gugatan Lily Tiro dkk DITOLAK
  4. Berita Acara Pengesahan Akta2 RULB 2013 dan Akta turunannya oleh Kepala DRKP DKI
  5. Surat Dinas PRKP DKI no 2145 tentang Kepengurusan Tunggal P3SRS GCM adalah Tonny Soenanto
  6. Surat Dinas PRKP DKI no 2745 tentang pencabutan surat-surat dinas sebelumnya yang mengesahkan Lily Tiro, dan perintah kepada Lily Tiro untuk segera serah terima kepada kepengurusan Tonny Soenanto.
  7. Hasil RDP DPD RI yang memerintahkan Gub DKi untuk dalam 30 hari menyelesaikan GCM. Karena itu merupakan tugas Gubernur DKI (amanah UU 20/2011) seharusnya. Bahkan tidak perlu melalui proses hukum, manakala DRKP DKI menjalankan UU.
  8. Bukti Baliknama ID PLN dr PT Duta Pertiwi Tbk kepada P3SRS GCM
  9. Bukti balik nama ID PDAM dr PT Duta Pertiwi Tbk kepada P3SRS GCM
  10. Surat dukungan dari KemenPUPR RI tentang kepengurusan P3SRS GCM yang sah adalah Kepengurusan Tonny Soenanto dkk.
  11. Surat Kemenko Polhukam yang mengesahkan kepengurusan P3SRS GCM pimpinan Tonny Soenanto dkk.
  12. Surat Kantor BPN Admin Jakpus tentang persetujuan Baliknama SHGB dari atas nama PT Duta Pertiwi Tbk kepada atasnama P3SRS GCM (sesuai UU)
  13. Surat Kanwil BPN DKI tentang persetujuan balik nama SHGB dari atasnama PT Duta Pertiwi Tbk menjadi atas nama P3SRS GCM (sesuai UU)
  14. Hasil Rapat Konsultasi dg Dinas PRKP bab Penyesuaian Pergub 132/2018 melalui Panmus dan RUALB untuk penyesuaian AD ART, Tatib dan Struktur Kepengurusan sudah di laksanakan dengan di kawal ketat oleh staf DRKP mulai dari pembenukan PanMus, RUALB1 dab RULB2 serta konsultasi akta-akta notaris hasilnya juga sudah diserahkan kepada DRKP DKI yang menurut Pergub 132/2018 dalam 7 hari wajib diterbitkan surat pengesahan.

“Pihak DRKP DKI yang dihubungi oleh warga GCM menyatakan bahwa semua sudah di serahkan kepada Gubernur, tinggal menunggu arahan Gubernur,” kata  Haryo Satmiko, Sabtu (20/4/2019) di GCM, Jakarta Pusat.

“GCM adalah tolok ukur Indonesia dalam perjuangan penegakkan keadilan di rusun, saya yakin Anies orang benar dan pasti mengesahkan kepengurusan P3SRS GCM hasil penyesuaian pergub 132/2018,” kata Justiani, Ketua bidang Legal, IT, PR P3SRS GCM hasil Pergub 132/2018.

Hanya saja, sambung Justiani, masih ada oknum-oknum binaan mafia yang berusaha menjebloskan Gubernur Anies ke dalam lumpur.

“Dan saya bisa sebutkan nama-nama dan bukti-buktinya kalau Pak Anies memerlukan. Saya siap dikonfrontasi dengan pihak yang saya sudah kantongi datanya tersebut,” tambahnya. (Igo)

News Feed