oleh

Usir Lembaga Survei ke Antartika Buat Bohongi Pinguin, Prabowo Dinilai Kelewat Emosional

-Utama-127 views

Jakarta, Radar Pagi – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menuding lembaga survei yang melakukan hitung cepat telah membohongi rakyat Indonesia. Dia pun meminta lembaga survei pindah ke Antartika untuk melakukan survei membohongi pingun di sana, sebab rakyat Indonesia tidak mau lagi dibohongi oleh lembaga survei.

“Mungkin kalian (lembaga survei) harus pindah ke negara lain. Kau bisa pindah ke Antartika. Mungkin kau bisa bohongi penguin di sana,” kata Prabowo, di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019) kemarin.

Prabowo menilai rakyat Indonesia tidak akan lagi percaya dengan hasil quick count lembaga survei yang dinilai telah melakukan survei abal-abal dan memenangkan paslon nomor urut 01 Jokowi-Amin.

Dia pun masih meyakini dirinya mendapat suara yang lebih banyak dibandingkan suara pada kubu sebelah berdasarkan sumber data intenal BPN.

Menanggapi pernyataan Prabowo, pengamat politik Pusat Kajian Politik Ekonomi Indonesia (PKPEI) Budi Hartono menilai capres nomor urut 02 itu kelewat emosional menanggapi hasil penghitungan cepat yang dilakukan lembaga-lembaga survei. Dia menyebut hal itu bisa berdampak buruk bagi citra Prabowo yang sebelumnya sudah kerap disebut temperamental.

“Pernyataan itu bisa dijadikan alasan untuk menyerang pribadi Prabowo yang sebelumnya sudah disebut-sebut sebagai sosok temperamental. Apalagi sebelumnya pada kesempatan lain Prabowo sudah menggebrak-gebrak meja dan melarang penonton debat untuk tertawa,” kata Budi Hartono, di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Budi mengimbau Prabowo untuk lebih tenang menghadapi hasil hitungan suara sementara, baik yang dilakukan lembaga survei maupun KPU.

Prabowo juga diminta legowo menyikapi hasil akhir nanti. Bila kalah lagi dalam pemilu kali ini, masih terbuka peluang dia untuk maju 5 tahun mendatang.

“Tidak perlu malu karena telah berkali-kali gagal, dan jangan merasa sudah tua untuk maju sebagai capres. Kalau memang niatnya tulus ingin memimpin bangsa ini menuju adil dan makmur, seharusnya dia konsentrasi saja untuk pemilu berikutnya,” kata Budi Hartono.

Tapi, kata Budi, kalaupun Prabowo merasa malu atau sudah terlalu tua untuk bertarung lagi di pemilu mendatang, dia bisa menyiapkan kader sebagai penerus cita-citanya.

“Tapi jangan temperamen, nanti rugi sendiri. Lawan politik bisa menggunakan itu sebagai amunisi untuk menghancurkan imagenya,” kata Budi.

Dia juga meminta kubu Prabowo untuk menerima hasil akhir KPU yang akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

“Tidak perlu gunakan isu-isu kecurangan, nanti justru malah bisa diisukan kalau kecurangan-kecurangan yang terjadi, bila benar ada, adalah operasi intelijennya untuk memfitnah pasangan nomor urut 01. Selama ini sudah banyak yang ngomong seperti itu kan?” katanya.

Budi juga mengimbau kubu Prabowo untuk menghargai dan mempercayai kerja keras KPU, bukannya malah mempercayai survei internal.

“Sebab lucu kalau bikin survei sendiri lalu merasa menang sendiri. Lebih baik dipercayakan saja pada ahlinya yang berada di luar lingkarannya. Itu lebih baik,” kata Budi.

“Jangan juga sampai ada kesan ‘saya KPU lebih dari KPU’. Meme itu kan juga sudah bertebaran saat ini di media sosial,” sambungnya. (jar)

 

 

News Feed