oleh

Soal Boikot Nasi Padang, Ini Kata Kubu Jokowi dan Prabowo

-Utama-591 views

Jakarta, Radar Pagi – Soal seruan boikot nasi Padang yang belakangan marak di media sosial rupanya menarik perhatian kubu Jokowi dan Prabowo. Mereka sama-sama menolak ajakan tersebut.

Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin dengan tegas menolak ajakan tersebut.  Alasannya, kubu Jokowi tidak pernah mau membeda-bedakan satu daerah dengan daerah lainnya.

“Kita tidak boleh melakukan pemboikotan terhadap nasi Padang. Ini salah satu kebanggaan kuliner kita. Jika pemboikotan itu terjadi, tentu kami sangat sesalkan,” ujar Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (23/4/2019).

TKN juga membantah bila seruan boikot nasi Padang itu berasal dari mereka. “Tidak benar kami yang menyerukan agar melakukan pemboikotan nasi padang. Tidak mungkin kami memboikot salah satu kuliner kebanggaan bangsa Indonesia,” tegas Ace.

Nasi Padang, kata Ace, justru merupakan salah satu kuliner kesukaan Jokowi. “Pak Jokowi saja kemarin di Mall Grand Indonesia makan nasi Padang,” katanya.

Ace pun menjamin meski perolehan suara Jokowi di Sumatera Berat sangat minim, hanya 9,55% berdasarkan hitung cepat Indo Barometer, namun Jokowi tetap akan memperhatikan daerah tersebut.

Dia pun mengingatkan Jokowi tetap membangun wilayah-wilayah yang pada Pilpres 2014 lalu mendapat perolehan suara kecil, seperti di Jawa Barat dan NTB.

Ucapan senada dilontarkan Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni. Dia menegaskan kubu 01 tidak ada hubungannya dengan seruan tersebut.

“Tidak ada sama sekali instruksi itu dari TKN. Bahkan tidak pernah terlintas di pikiran kami tentang ide itu,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/4/2019).

“Siapa yang bisa seminggu tidak makan nasi Padang?” sambung Juli sambil tertawa.

Sementara itu,  Wakil Ketua BPN 02 Priyo Budi Santoso mengatakan, isu boikot nasi Padang tidak akan laku karena nasi Padang sangat digemari masyarakat.

“Nasi Padang enak sekali tuh. Rugi banget,” ujar Priyo di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Dia menegaskan ajakan boikot tersebut berlebihan dan keterlaluan. “Boikot nasi Padang hanya karena Jokowi kalah? Wow, biarlah rakyat yang menilai,” katanya.

Seruan ‘boikot nasi Padang’ bermula dari beredarnya screenshot status facebook seseorang yang menyatakan enggan makan di rumah makan Padang karena Jokowi kalah di Provinsi Sumatera Barat.

Postingan tersebut ramai dikomentari netizen dan akhirnya menjadi viral.

Dari pantauan wartawan di sejumlah rumah makan Padang, seruan boikot ternyata tidak berpengaruh terhadap penjualan.

“Sampai sekarang pengunjung masih banyak yang datang, seperti hari-hari biasa,” kata Nina, manager Rumah Makan Padang Sederhana di Jalan Sabang, Jakarta, Selasa (23/4/2019), dikutip dari Antara.

Dia mengatakan tidak ada penurunan jumlah pembeli dan omzet dalam beberapa hari terakhir setelah beredar boikot Rumah Makan Padang di sejumlah platform media sosial.

Demikia juga pantauan RadarPagi di sejumlah warung makan di wilayah Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor, ternyata para pengelola rumah makan tersebut sama sekali tidak merasakan penurunan omzet.

“Biasa aja, seminggu terakhir ini kadang laku, kadang kurang laku, tapi dulu ya sudah seperti ini keadaannya,” ujar Yasri, pemilik rumah makan Padang di kawasan Ciampea, Bogor.

Berdasarkan hasil real count sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (23/4/2019) sore, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf memperoleh 13,34 persen suara. Sementara pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga memperoleh 86,66 persen suara. (zal)

News Feed