oleh

Cegah Lapas Overkapasitas, Menkumham Kembali Minta Pengguna Narkoba Direhabilitasi

-Hukum-195 views

Jakarta, Radar Pagi – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly kembali bicara bahwa para pengguna narkoba yang terbukti hanya sebagai pengguna narkoba sebaiknya direhabilitasi saja, tidak perlu dipenjara. Hal itu agar lapas yang sudah overkapasitas tidak semakin sesak.

Menurut Yasonna, di kota-kota besar, sebagian besar penghuni lapas terkait dengan kasus narkoba. Jumlahnya antara 50% – 70% dari keseluruhan penghuni lapas. Karena itu, dengan tidak memenjarakan pengguna narkoba akan sangat membantu mengurangi overkapasitas lapas.

“Maka itu harus ada rehabilitasi (bagi pengguna narkoba),” kata Yasonna dalam upacara peringatan ke-55 Hari Bhakti Pemasyarakatan yang digelar di Lapas Kelas II Narkotika, Jl. Bekasi Timur,  Jatinegara,  Jakarta Timur, Sabtu (27/4/2019).

Dia berpendapat ada dua pendekatan terhadap pengguna narkoba. Pertama adalah pendekatan hukum dan yang kedua pendekatan kesehatan.

“Pertanyaan yang paling fundamental adalah apakah kita mau melihat ini dari pendekatan kesehatan atau pendekatan hukuman? Pengguna itu mau kita hukum atau mau kita treat? Beberapa negara sudah berubah paradigmanya, adalah kesehatan, merehabilitasi (pengguna narkoba),” katanya.

Namun dia menyindir adanya orang-orang terkenal yang terbukti sebagai pengguna narkoba direhabilitasi. Sementara orang biasa yang juga terbukti sebagai pengguna narkoba malah dipenjara.

“Saya kan selalu mengatakan, udahlah jangan hanya yang ‘hebat-hebat’ saja direhabilitasi, tertangkap, rehabilitasi, ada tokoh ketahuan, rehabilitasi. Tapi kalau orang kecil di daerah ditangkapi semua, dimasukkan ke dalam (penjara),” katanya.

Tema yang diusung pada peringatan ke-55 Hari Bhakti Pemasyarakatan yakni ‘Mengimplementasikan Nilai Profesional, Akuntabel, Sinergis, Transparan, dan Inovatif (PASTl) demi mewujudkan Revitalisasi Pemasyarakatan.

Rangkaian Upacara Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 diisi dengan acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai kementerian dan lembaga. Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada jajaran pemasyarakatan dan beberapa kepala daerah, serta launching buku “Pemasyarakatan dan Legacy” karya Yosanna.

Terlihat hadir dalam acara ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Bambang Rantam Sariwanto, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami dan jajaran serta staf Kemenkum HAM. (rio)

 

News Feed