oleh

Dari 2.258 Jiwa, Kini Tersisa 529 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Banjir Jakarta

Jakarta, Radar Pagi – Data terakhir jumlah pengungsi akibat banjir Jakarta menurun. Data terbaru BPBD DKI Jakarta menyebutkan hingga Minggu (28/April/2019), tercatat jumlah pengungsi 529 jiwa. Jumlah itu menurun dari data sebelumnya yang mencapai 2.258 jiwa. Sementara korban meninggal masih 2 orang.

“Warga yang masih mengungsi hingga saat ini terdiri dari 86 KK dan 529 Jiwa. Lokasi pengungsi berada berada di 6 titik lokasi: 3 titik di wilayah Jakarta Timur, 2 titik di wilayah Jakarta Selatan, dan 1 titik di wilayah Jakarta Barat,” demikian keterangan BPBD DKI lewat akun twitternya, @BPBDJakarta, Minggu (28/4/2019).

Sementara jumlah korban meninggal tidak bertambah, tetap 2 orang.

“1 korban jiwa meninggal akibat kecelakaan terseret arus kali Ciliwung di Kel.Kebon Baru Jakarta Selatan dan 1 korban jiwa meninggal akibat serangan jantung di Kel. Bidara Cina Jakarta Timur,” tulis twitter tersebut.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ke-2 korban meninggal, masing-masing bernama Imas (48) yang meninggal akibat kecelakaan terseret arus kali Ciliwung di Kelurahan Kebon Baru, Jakarta Selatan saat hendak menyelamatkan termosnya yang hanyut terbawa banjir, dan Suyanto (70) meninggal akibat serangan jantung di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur.

Selain korban jiwa, BNPB mencatat 2.258 jiwa mengungsi akibat banjir di Jakarta. Lokasi pengungsi tersebar di 12 titik.

“Sebanyak 285 KK dan 2.258 jiwa pengungsi akibat banjir pada tanggal 26 April 2019. Saat ini lokasi pengungsi berada di 12 titik lokasi yang terdiri dari 2 titik lokasi di Jakarta Selatan dan 10 titik lokasi di Jakarta Timur,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Jumat (26/4/2019) kemarin.

Sejauh ini, BPBD DKI telah mengerahkan ratusan unit pompa dan mengangkut sampah-sampah di lokasi banjir.

“Dinas SDA melalui Satgas SDA Kecamatan melakukan penanganan banjir di lokasi dengan penyedotan menggunakan pompa serta pembersihan tali-tali air dibantu PPSU Kelurahan dan pengangkutan sampah-sampah akibat banjir dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup,” kata BPBD DKI.

Terkait banjir di Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan waduk adalah solusi mencegah banjir. Anies akan mengusulkan untuk menambah jumlah waduk di antara Jakarta dan Bogor.

“Mau tidak mau harus membuat waduk karena bicaranya tentang volume air yang besar sekali. Jadi tidak cukup kalau kita hanya menangani di sini. Apa pun yang kita tangani di sini kalau volume airnya besar sekali dari sana, datangnya bersamaan akan selalu menimbulkan limpahan air,” kata Anies di Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat sore.

Solusi yang dikemukakan Anies itu sontak mengundang ejekan netizen karena masyarakat masih ingat saat kampanye dulu Anies getol menyebut solusi banjir Jakarta adalah memasukkan air langsung ke dalam bumi. Bahkan dalam berbagai kesempatan dia mengutip ayat-ayat suci untuk mendukung teorinya itu. (jar)

News Feed