oleh

Polisi Ciduk 9 Pelajar Bermesraan dalam Kamar Kos

-Hukum-116 views

Konawe, Radar Pagi – Sebanyak 9 siswa SMA di Kelurahan Ambekaeri, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara diamankan polisi usai kedapatan berkumpul dalam satu kamar kos, Sabtu (27/4/2019) kemarin. Diketahui sebelumnya mereka menenggak minuman keras dan bermesraan di dalam kamar kos berukuran 3×3,5 meter tersebut.

Lima orang pelajar yang diciduk berjenis kelamin laki-laki, sedangkan empat lainnya merupakan siswi SMA kelas 2.

Mereka adalah Al (16), RH (18), E (16), Ir (16), MU (16). Sedangkan pelajar perempuan yakni DP (15), S (16), D (16), P (16).

Dikutip dari liputan6.com, tertangkapnya kesembilan orang siswa ini karena penjaga kos, Muharlin (50), yang geram melihat kelakuan mereka sengaja mengunci kamar kos tersebut dari luar.

Muharlin kesal karena berkali-kali menasihati para siswa untuk membubarkan diri, namun tak digubris.

Apalagi warga sekitar juga sudah resah melihat keberadaan mereka karena kerap kedapatan sering bermesraan dalam kamar.

Puncaknya Sabtu kemarin, Muharlin yang sengaja mengintip mendapati para pelajar itu sedang berada dalam posisi duduk bersila dan saling memangku.

“Mereka kunci kamar, itu yang bikin jengkel. Coba kalau kerja tugas, tidak apa-apa biar sampai malam. Tapi ini lain mereka punya kelakuan,” ujar Muharlin.

Dia kemudian langsung menghampiri pintu kamar kos. Kemudian diam-diam mengunci pintu kamar dari luar dengan gerendel.

“Lalu saya telepon polisi supaya mereka datang di jemput,” ujar Muharlin.

Saat polisi datang, terungkap jika kesembilan remaja itu bolos sekolah saat jam pelajaran sedang berlangsung.

Saat kamar kos dibuka dari luar oleh polisi dan warga, ternyata kesembilan pelajar ini sudah berpakaian rapi.

Di dalam kamar kos, juga didapati botol minuman keras pabrikan berharga puluhan ribu rupiah. Diduga miras sudah dikonsumsi sebelumnya oleh para pelajar di hari-hari sebelumnya.

“Waktu kita dekati mereka, tak ada bau minuman. Mungkin sudah diminum sebelumnya,” ujar Asri, warga di sekitar lokasi.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Ipda Suhardin menjelaskan kesembilan orang pelajar itu sudah berkumpul sejak pagi di kos-kosan tersebut dan ini saat proses belajar berlangsung. Dia mengungkapkan, tidak ada perbuatan mencurigakan.

 

“Mungkin karena mereka sudah tahu dikunci dari luar oleh bapak kosnya sambil menunggu kami datang, jadi mereka beres-beres,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya membawa semua pelajar ke Polres Konawe untuk diberikan pembinaan. Selanjutnya, polisi juga akan berupaya memanggil para orang tua siswa.

“Ini supaya jadi pembelajaran dan efek jera bagi mereka. Supaya tidak bolos dan berbuat macam-macam dalam kamar kos,” ujar Ipda Suhardin.

Saat hendak dibawa dengan mobil bak terbuka di Kantor Polisi, sejumlah pelajar kelihatan malu-malu dan tetap menutup wajahnya. Kesembilan orang pelajar ini, ditampung dalam satu bak mobil operasi sebelum menuju ruang SPKT Polres untuk dibuatkan pernyataan tidak mengulangi perbuatan mereka. (Ahmad Akbar Fua/red)

News Feed