oleh

Dahsyat! Ini Deretan Barang Mewah yang Disita KPK dari Bupati Talaud Saat OTT

-Hukum-115 views

Jakarta, Radar Pagi – KPK menyita barang bukti dari tangan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip dalam operasi tangkap tangan (OTT). Barang-barang itu diduga sebagai pemberian suap untuk Sri dari seorang pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo. Nilainya mencapai lebih dari setengah miliar rupiah.

“Barang bukti yang diamankan bernilai sekitar Rp 513.855.000,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Barang bukti senilai lebih dari setengah miliar itu terdiri dari sederetan barang mewah, mulai dari tas hingga cincin berlian, plus uang tunai Rp50 juta.

– Tas tangan Channel senilai Rp 97.360.000;
– Tas Balenciaga senilai Rp 32.995.000;
– Jam tangan Rolex senilai Rp 224.500.000;
– Anting berlian Adelle Rp 32.075.000;
– Cincin berlian Adelle Rp 76.925.000; dan
– Uang tunai Rp 50 juta.

“Barang dan uang yang diberikan diduga terkait dengan dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud, yaitu Pasar Lirung dan Pasar Beo,” kata Basaria.

Pemberian itu, kata Basaria, untuk memuluskan niat Bernard mendapatkan proyek revitalisasi pasar tersebut. Dalam proses transaksi kolusi dan korupsi ini, Sri dibantu oleh Benhur Lalenoh, yang merupakan anggota tim suksesnya saat pilkada.

Sri, Bernard dan Benhur, kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya dituduh melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Bernard dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penangkapan Sri Wahyumi cukup membuat heboh karena ia dikenal sebagai salah satu bupati tercantik di Indonesia. Penampilannya sangat fashionable layaknya sosialita papan atas.

Sri Wahyumi lahir 8 Mei 1977 di Talaud dari ibu bernama Kasih Talengkera, seorang bidan yang sangat terkenal di Talaud. Kabarnya, sekitar 70 persen anak-anak yang lahir di atas tahun 1970 di kepulauan Talaud, dan terutama di Pulau Karakelang, melewati proses persalinan yang ditangani ibu kandung Sri Wahyumi ini.

Meski perempuan, Sri dikenal punya hobby menunggangi motor trail. Aksinya nge-trail di medan berlumpur beberapa kali diunggah di laman Facebook-nya dan sempat viral. Selain itu ia juga hobby bermain jetsky dan menyelam.

Sri pernah membuat heboh pemberitaan nasional karena dinonaktifkan selama tiga bulan sebagai bupati oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Ia dinonaktifkan karena pergi ke Amerika Serikat tanpa izin dari Mendagri.

Kepada sejumlah awak media, Sri Wahyumi dengan tegas menyatakan dirinya tidak melakukan pelanggaran berat.

Menurut Sri, kepergiannya ke Amerika Serikat untuk memenuhi undangan Kementerian Luar Negeri AS. Kehadirannya di negeri Paman Sam tersebut murni untuk belajar demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Talaud. (jar)

News Feed