oleh

Prabowo Pidato di Hadapan Ribuan Buruh, Ini Isinya

-Utama-75 views

Jakarta, Radar Pagi – Capres Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2019 yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Ribuan buruh pun mengelu-elukannya.

Dalam pidatonya, Prabowo sempat bertanya apakah massa buruh ingin menjadi kambing atau rakyat terhormat. Menurutnya, seekor kambing akan mudah menyerah pada musuhnya, tetapi rakyat terhormat  harus berani membela keadilan dan kebenaran.

“Saya tangkap dari pandangan mata kalian, dari suara kalian, dari reaksi kalian, saya menangkap bahwa kalian tidak mau menyerah kepada ketidakadilan,” teriak Prabowo di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Prabowo juga mengatakan selama ini rakyat Indonesia dianggap bodoh, miskin dan gampang dipengaruhi, terutama pada Pilpres 2019 ini.

“Saudara sekalian rakyat Indonesia dianggap bodoh, rakyat Indonesia dianggap miskin, memang miskin, banyak miskin. Saking miskinnya dibagi-bagi uang, gampang dipengaruhi. Kepala desa ditakut-takuti,” ujar Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga sempat menyinggung kasus yang menyakiti hati dan akal sehat rakyat. Menurut Prabowo, rakyat tidak bisa dibohongi setiap saat.

“Ada kalanya, ada saatnya, rakyat itu mengerti, rakyat itu sadar, dan rakyat itu mengatakan ‘cukup, cukup sudah kebohongan, kecurangan’. Maling-maling berkuasa, cukup sudah rakyat Indonesia dikorbankan, cukup sudah harta rakyat diambil, cukup sudah penindasan kepada rakyat, cukup, cukup,” ungkap Prabowo.

Dia juga memastikan, jika diundang oleh para buruh, dia pasti hadir. “Kaum buruh setia dari dulu selalu berjuang bersama Prabowo Subianto. (tahun) 2014 saudara mengundang saya ke GBK Senayan. Kali ini, kita katanya saudara-saudara mau bikin di GBK nggak dikasih. Habis itu mau dibikin di Istora nggak dikasih. Kalau ini pun nggak dikasih, ya, apa boleh buat,” tuturnya.

Prabowo mengatakan dia mengerti tampang-tampang kaum buruh. Ia mengimbau agar selalu sabar dan sejuk.

“Saya udah mengerti kalian. Tampang-tampang kalian saya udah mengerti semua. Tapi kita selalu sejuk, selalu sabar, sampai titik-titik tertentu. Kalau sampai titik yang sudah tidak masuk akal,” kata Prabowo.

Massa buruh lalu menyahut dengan kata ‘lawan!’.

Di hadapan massa buruh, mantan Pangkostrad ini juga pamer nama barunya. “Saudara-saudara tahu nggak, saya dapat nama baru. Dikasih nama oleh para ulama dan kiai, Haji Ahmad Prabowo Subianto,” ujarnya. “Katanya itu nama yang baik untuk saya,” sambungnya.

Tak lupa, Haji Ahmad Prabowo Subianto melontarkan kritiknya kepada media massa.

“Itu banyak TV ya? Entah ditayangkan (atau) nggak ditayangkan, gue nggak tahu. Karena media, hati-hati, kami mencatat kelakuan-kelakuanmu satu-satu,” katanya.

Prabowo memperingatkan awak media untuk berhati-hati. Karena menurut Prabowo, suara rakyat adalah suara Tuhan.

“Kami bukan kambing-kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya. Suara rakyat adalah suara Tuhan,” katanya.

“Itu media-media juga, gue salut sama lo masih berani ke sini. Akan tercatat dalam sejarah, hai media-media, kau ikut merusak demokrasi di Indonesia,” tandasnya. (arman)

News Feed