oleh

Serang Media di Hari Buruh, Kubu Jokowi Sebut Prabowo Otoriter

-Utama-103 views

Jakarta, Radar Pagi – Dalam pidatonya di peringatan Hari Buruh Internasional 2019 (May Day) yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Prabowo Subianto mengkritik media sebagai perusak demokrasi.

“Itu media-media juga, gue salut sama lo masih berani ke sini. Akan tercatat dalam sejarah, hai media-media, kau ikut merusak demokrasi di Indonesia,” kata Prabowo menunjuk ke arah kerumunan wartawan yang meliput acara tersebut, Rabu (1/5/2019).

Prabowo memperingatkan awak media untuk berhati-hati. Karena menurut Prabowo, suara rakyat adalah suara Tuhan.

“Kami bukan kambing-kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya. Suara rakyat adalah suara Tuhan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menilai perkataan Prabowo menunjukkan kepribadian yang otoriter dan anti kritik.

“Sangat jelas mencerminkan watak seorang pemimpin otoriter yang sangat anti kritik dan juga anti pada suara kritis media. Jika media tidak menyuarakan kepentingan politiknya, maka media dianggap merusak demokrasi,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (1/5/2019).

Ace menilai Prabowo tidak mengerti fungsi pers dalam demokrasi. Menurut Ace, media bekerja memberitakan fakta serta melakukan check and recheck terhadap berita sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalisme, termasuk tidak akan membiarkan adanya hoax, kebohongan, dan ujaran kebencian.

“Media pasti bukan seperti bebek-bebek yang bisa digiring untuk kepentingan politik Prabowo. Awak media pasti punya akal sehat yang tidak mudah dikendalikan untuk sebar kebohongan dan sandiwara,” ujar Ace.

“Media juga pasti rasional dengan tidak mau meracuni masyarakat dengan halusinasi, ilusi dan provokasi,” sambungnya.

Menurut Ace, upaya untuk mengancam media dalam menjalankan tugas jurnalisme adalah perilaku diktator yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi.

“Sebagai politisi yang menikmati ruang kebebasan dalam alam demokrasi, Prabowo justru ingin membunuh salah satu elemen paling dasar dari demokrasi yakni kebebasan pers,” tegasnya. (maria)

News Feed