oleh

Tak Mau Rakyat Kecewa, PAN Beri Sinyal Ogah Merapat ke Jokowi

-Politik-332 views

Jakarta, Radar Pagi – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut PAN dan Demokrat punya peluang terkait reposisi koalisi. Apa kata PAN?

“Yang realistis bagi PAN saat ini adalah menunggu penghitungan suara pilpres dan pileg. Dari situ nanti akan kelihatan langkah apa yang akan diambil PAN ke depan,” ujar Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay, di Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Namun PAN seperti memberi sinyal bila mereka ogah merapat ke kubu Jokowi. “Yang jelas, PAN tidak akan membuat kecewa masyarakat. Untuk itu, PAN juga akan mendengar aspirasi mereka,” ujar Saleh.

Menurutnya, berjuang di parlemen sama mulianya dengan berjuang di birokrasi. Posisi itu, menurutnya, sama-sama penting untuk dijaga dan diperjuangkan. PAN punya pengalaman mengisi kedua posisi itu.

Saat ini, katanya, PAN fokus mengawal dan menjaga perhitungan suara berjenjang. “Tugas itu sangat penting dalam menjaga eksistensi PAN di pentas politik nasional. Karena itu, pembicaraan di luar itu belum menjadi prioritas,” katanya.

Di tempat terpisah, peneliti dari Pusat Kajian Politik Ekonomi Indonesia (PKPEI) Barata memprediksi kecil kemungkinan PAN merapat ke kubu 01. “Bagaimana mungkin mereka mau merapat kalau sesepuh mereka sendiri, Amien Rais sudah begitu ganasnya menyerang Jokowi?” Tanya Barata di Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Menurut Barata, bila PAN sampai bergabung dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf pada periode mendatang, sama saja PAN ‘mendulang air terpercik ke muka sendiri’ atau ‘menjilat ludah sendiri’.

“Kalau sampai mereka melakukan itu (merapat ke Jokowi) berarti sudah putus urat malunya. Makanya kecil sekali kemungkinan mereka bergabung,” kata Barata.

Dia melihat Demokrat lebih berpeluang untuk merapat ke kubu 01 karena SBY dan para pengurus partai tersebut lebih moderat pemikirannya.

“Selain itu mereka (Demokrat) tidak ada beban ‘rasa malu’ lantaran tidak pernah ngomong yang aneh-aneh soal Jokowi. Kalaupun ada kritik ya cuma sebatas kritik biasa saja, nggak sampai segitu bencinya seperti yang diperlihatkan mbah Amien,” tandas Barata. (gbr/tor/dtc/maria)

News Feed