oleh

Ditemukan 73 Ribu Kesalahan Input Situng KPU, Kubu 02: Sangat Brutal!

-Politik-138 views

Jakarta, Radar Pagi – Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan temuan adanya 73.715 kesalahan input data dalam aplikasi Sistem Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Mereka datang ke Bawaslu sambil membawa data kesalahan yang telah di-capture dan barang bukti yang diserahkan kepada Bawaslu sebanyak satu kontainer.

“Ini kesalahannya sangat brutal. Batas toleransi kesalahan dalam sistem IT paling tinggi 0,1. Kami menemukan sampai 15,4 persen,” kata Koordinator Relawan IT BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (3/5/2019).

Menurut Musthofa, jumlah 73.715 itu sekitar 15,4% dari total 477.021 tempat pemungutan suara (TPS) yang telah di-input.

Kesalahan terbesar ditemukan di Jawa Tengah sebanyak 7.666 TPS, disusul Jawa Timur 5.826, Sumatera Utara 4.327, Sumatera Selatan 3.296, dan Sulawesi Selatan 3.219.

Kesalahan input data yang paling banyak adalah tidak ada C1 lembar 1 sebanyak 33.221. Tidak ada C1 lembar 2 (33.199). Tidak ada C1 lembar 1 dan lembar 2 (29.731).

Lalu jumlah total suara dan kehadiran tidak sesuai (12.451). Total perolehan suara paslon 01, paslon 02 plus suara tidak sah (8.279).

Total suara sah pasangan calon 01 dan pasangan calon 02 tidak cocok (6.836), total suara sah dan tidak sah, tidak cocok (5.134), suara pasangan calon 01 melebihi kehadiran pemilih (2.394), suara paslon 02 melebih kehadiran (1.124) dan jumlah kehadiran melebihi DPT (1.112).

Laporkan Lembaga Survei

BPN Prabowo-Sandiaga juga melaporkan KPU semua lembaga survei yang memenangkan Jokowi-Ma’ruf pada 17 April 2019 melalui quick count ke Bawaslu.

“Hari ini, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi melaporkan pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada Bawaslu. Hal ini menyangkut dugaan pelanggaran lembaga survei yang melakukan quick count,” ujar Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad di Gedung Bawaslu, Jumat (3/5/2019).

Alasan BPN Prabowo-Sandi melaporkan lembaga survey karena hasil quick count sejumlah lembaga survei itu berbeda dengan real count KPU.

“Lembaga quick count tersebut hasilnya sudah kita buktikan ternyata menyesatkan. Pada pemilu kali ini sangat disayangkan bahwa lembaga-lembaga quick count yang diakreditasi oleh KPU ternyata membuat kesalahan-kesalahan,” katanya.

Salah satu lembaga survei yang dilaporkan BPN Prabowo-Sandi ke Bawaslu itu adalah IndoBarometer. (maria)

News Feed