oleh

Real Count KPU Minggu Pagi Ini Jokowi Tak Terkejar: 56,13%:43,83%

-Politik-563 views

Jakarta, Radar Pagi – Hingga Minggu pagi, (5/5/2019) pukul 08.30 WIB, jumlah suara yang sudah masuk di Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencapai 540.508 dari 813.350 atau 66,45 persen dari seluruh Indonesia. Jokowi tetap tak terkejar dengan perbaindingan suara 56,13% untuk Jokowi-Maruf Amien dan:43,83% untuk Prabowo-Sandiaga.

Berikut hasilnya:

Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin: 57.194.211 suara atau 56,13 persen.

Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno:44.703.636 suara atau 43,83 persen.

Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN), Ustman Kansong saat jumpa pers dengan awak media di Media Centre TKN, Rumah Cemara, Kamis, 2 April silam mengatakan pihaknya tinggal menanti pengumuman resmi KPU terkait kemenangan Jokowi-Maruf Amien pada 22 Mei mendatang.

“Selisih dua digit, atau lebih dari 10 juta suara, serta hanya ada perbedaan tipis antara real countKPU dan milik TKN. Hal ini menunjukkan bahwa Jokowi – Ma’ruf Amin sudah menang. Kita tinggal hanya menunggu formalitas pengumuman dari KPU. Semua hasil quick count dari berbagai lembaga survey, ditambah real count KPU dan data tabulasi kami ini, sekaligus membantah data BPN yang menunjukkan bahwa mereka menang 62%,” jelas Ustman.

Menghadapi isu kecurangan yang dilakukan kubu 01, Ustman justru menuduh pihak lawan yang melakukan kebohongan.

mengungkap sejumlah bukti kebohongan dan kejanggalan data BPN dan kubu 02. Contohnya seperti yang terjadi di Lampung. Real count pihak BPN hanya dilakukan pada 30 TPS dari total lebih 26.000 TPS. Begitu pula di DKI Jakarta. BPN hanya menghitung real count di 300 TPS, sementara di Ibu Kota terdapat lebih dari 29.000 TPS.

Sementara di Riau, real count kubu 02 hanya dilakukan di 145 TPS dari sekitar 17 ribuan TPS, dan di Bangka Belitung, real count Prabowo-Sandiaga hanya dilakukan pada 2 TPS dari jumlah 3.804 TPS.

“Kemarin kami menerima 25.000 pengaduan, sebanyak 14.000 di antaranya itu terkait dengan kecurangan yang menguntungkan 02 dan tentu merugikan pihak kami. Jadi pantas jika mereka mengklaim menang 62% karena data sangat sumir diperoleh dari TPS-TPS yang hanya memenangkan mereka.

“Data kemenangan 02 ini jelas membodohi dan membuat rakyat irasional. Pekan ini hal itu diamplifikasi melalui narasi kecurangan dan dimainkan melalui ijtima ulama,” tambah Ustman. (maria)

 

News Feed