oleh

Bulan Ramadhan, MUI Minta Tidak Ada Lagi ‘Cebong’ dan ‘Kampret’

-Utama-628 views

Jakarta, Radar Pagi – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi, mengajak seluruh pihak untuk mengakhiri semua silang sengketa, saling tuduh, fitnah dan saling olok.

Dia tak mau ada lagi penyebutan ‘kampret’ dan ‘cebong’, antara tiap pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Marilah kita kembali menjadi manusia yang mulia karena kita adalah saudara,” ujar Zainut Tauhid Sa’adi, seperti dilansir JawaPos, beberapa saat lalu.

Dia mengajak seluruh umat Islam menyambut Ramadan dengan mengedepankan toleransi dan semangat persaudaraan. Hal itu dinilai penting mengingat kondisi masyarakat sempat memanas karena Pemilu 2019.

“Setelah berakhirnya masa pencoblosan agar seluruh masyarakat kembali merajut tali silaturahmi dan persaudaraan yang selama ini tercabik-cabik, terkotak-kotak, dan terpecah belah karena perbedaan pilihan politik,” katanya.

Dia mengatakan, berpuasa merupakan implementasi dari nilai-nilai Islam tentang perdamaian, kasih sayang, dan keadilan. Khususnya dalam mengembangkan kembali semangat persaudaraan dan kebangsaan.

Di sisi lain, MUI mengingatkan lembaga penyiaran meningkatkan kepatuhannya pada UU Penyiaran serta Pedoman Perilaku dan Standard Program Siaran (P3SPS) yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di bulan Ramadan. Sebaliknya, tidak boleh adanya tayangan yang kurang baik.

“Siaran-siaran yang kurang baik seperti tayangan yang mengandung kekerasan, perilaku seks menyimpang, hal-hal gaib, paranormal, klenik dan candaan yang berlebihan,” tegas dia. (maria)

 

 

 

 

News Feed