oleh

Mayat Membusuk di Bukit Wewe, Lokasi Penemuan Mayat Dikenal Angker

-Hukum-327 views

Blitar, Radar Pagi – Sesosok mayat ditemukan warga di tengah hutan Bukit Wewe, Sumberurip, Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Mayat yang sudah membusuk tersebut dalam posisi terlentang di tepi sungai dan tertutupi lebatnya pepohonan.

Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Sodik Effendi menjelaskan, mayat pertama kali ditemukan oleh pencari rebung pada Minggu (5/5/2019) kemarin, dan langsung dilaporkan ke kepolisian setempat.

“Mayat tersebut diketahui seorang warga yang sedang cari rebung atau tunas bambu muda, kemudian warga tersebut pulang dan melapor ke Polsek Doko,” ujar AKP Sodik Effendi, Senin (6/5/2019).

Sodik menjelaskan, begitu menerima laporan, polisi dibantu warga aparat desa setempat mencoba mendatangi lokasi. Namun kondisi geografis lokasi penemuan yang curam dengan kemiringan mencapai 45 derajat membuat petugas kesulitan mengevakuasi jenazah. Belum lagi kabut yang membuat jarak pandang petugas terbatas. Akhirnya proses evakuasi jenazah baru bisa dimulai Senin (6/5/2019) pagi.

“Kami harus (jalan kaki) melewati jalan setapak sekitar 5 km. Kemarin pada pukul 13.00 WIB, kondisi sekitar sudah berkabut tebal sehingga mengurangi jarak pandang. Makanya kami putuskan evakuasi baru bisa dilakukan pagi ini,” kata Akp Sodik.

Hutan Bukit Wewe terletak di Dusun Kulon Bambang, Desa Sumberurip Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Dengan tingkat kemiringan sekitar 45 derajat, wilayah lereng Gunung Kelud sisi utara ini berada di ketinggian sekitar 1.000 mdpl.

Warga menyebutnya Hutan Wewe karena wilayah itu terkenal angker dan wingit (mistis). Lokasi itu jarang didatangi warga, kalaupun ada warga ke sana hanya pada waktu siang hari dan tidak pernah datang sendirian.

“Jarang sekali ada warga ke situ. Kalaupun cari rebung atau madu, tidak mungkin (datang) sendiri,” kata AKP Sodik.

Dia belum bisa memastikan penyebab kematian korban, namun dugaannya  korban mendatangi tempat tersebut untuk melakukan ritual. “Ini dugaan awal kami kok (seperti) ada keperluan ritual ya,” kata Sodik.

Wewe sendiri dalam budaya mistik di Pulau Jawa adalah mahluk halus berwujud wanita, berbaju putih seperti Sundel Bolong atau Kuntilanak. Nama lengkap mahluk gaib ini adalah Wewe Gombel (Jawa) atau Kolong Wewe (Sunda).

Meski sama-sama wanita dan gemar pakai kostum warna putih yang selalu bersih dan tidak kusut, padahal tidak pernah kelihatan dicuci, dijemur, dan disetrika, namun Wewe punya perbedaan mendasar dengan Kuntilanak dan Sundel Bolong.

Kuntilanak dan Sundel Bolong terlihat cantik, tapi hanya terlihat cantik di satu sisi wajah, sementara sisi wajah lainnya hancur berantakan. Sedangkan wajah Wewe biasa-biasa saja. cantik tidak, jelek juga tidak. Wajah Wewe juga kelihatan normal dipandang dari berbagai sudut.

Perbedaan lainnya, Kuntilanak dan Sundel Bolong sepertinya tahu cara merawat diri, sejak ratusan tahun silam body mereka langsing ala gitar Spanyol. Sementara Wewe sepertinya malas minum jamu galian singset, mirip emak-emak zaman now yang semakin gemuk dari tahun ke tahun. Badan Wewe memang sangat gemuk, saking gemuknya, ukuran payudaranya sangat besar. Di sela-sela payudara itu, Wewe menyembunyikan anak-anak usia balita sewaktu menculik mereka.

Dipercaya Wewe menculik anak kecil pada waktu maghrib. Anak yang diculik tidak akan dijual untuk diambil organ tubuhnya seperti yang dilakukan manusia, karena Wewe ternyata lebih punya hati nurani dibanding mahluk yang mengklaim diri paling sempurna.

Anak-anak yang diculik akan dirawat dan diperlakukan dengan baik oleh Wewe karena mahluk ini sangat menyayangi anak-anak. Tapi tentunya, anak yang diculik akan menghilang selamanya, tidak akan pernah kembali ke pangkuan orangtua kandungnya.

Dipercaya pula, saat baru diculik, biasanya anak akan menangis. Untuk menenangkan anak tersebut, Wewe akan membujuknya dengan memberi makan atau minum. Bila si anak memakan makanan atau minuman yang diberikan, si anak akan lupa dengan keluarganya, dan selamanya akan menghilang bersama ibu barunya yang berbodi tambun itu.

Namun bila si anak terus menangis dan sama sekali tidak mau makan dan minum, maka setelah beberapa jam, Wewe akan mengembalikan anak tersebut kepada orangtua aslinya. Caranya, si anak yang semula hilang tiba-tiba saja ada di dalam rumah. Percaya atau tidak, anak yang dikembalikan Wewe dalam waktu tidak terlalu lama juga akan bertambah berat badannya dan lambat laun akan gembrot seperti Wewe. (maria)

News Feed