oleh

Penyakit Misterius Gegerkan Jeneponto, 3 Warga Meninggal

-Sulawesi-317 views

Jeneponto, Radar Pagi – Tiga warga Desa Garonggong, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) meninggal dan puluhan lainnya jatuh sakit diserang penyakit misterius. Tim medis dibuat bingung atas kejadian ini.

Kabid P2 Dinas Kesehatan Jeneponto, Susanti Andi Mansyur, mengatakan penyakit misterus ini terjadi sejak pertengahan Maret hingga awal April 2019 silam. Saat itu, 25 warga berobat ke Puskesmas  Buludoang. Setelah berobat, kondisi warga malah bertambah parah.

“Beberapa hari kemudian, kita dari Dinkes melakukan pemeriksaan. (Awalnya) Ditengarai malaria, tapi hasil pemeriksaan negatif. Juga dari mikroskopik itu juga negatif. DBD juga bukan, ini misterius sekali,” ujar Susanti, Senin (6/5/2019).

Keresahan warga akibat penyakit misterius akhirnya menjadikan mereka menempuh pengobatan alternatif dengan cara diruqyah.

“Iya ada beberapa (lakukan rukiah). Namanya juga mencari apa ya? Alternatif pengobatan lain,” katanya.

Susanti membantah ada warga mengungsi massal dari tempat tinggalnya karena penyakit misterius ini.

“Itu yang (pasien) belum membaik mungkin karena trauma mungkin belum pulang ke rumahnya. Bukan mengungsi sih, karena kalau mengungsi kan secara massif ya, jadi mungkin karena masih takut pulang,” ujarnya.

Meski begitu, berkat penanganan intensif tim medis, rata-rata pasien yang terkena penyakit misterius ini mengalami perkembangan positif. “Rata-rata pasiennya membaik, hanya diagnosanya ini belum jelas,” kata Susanti.

Karena itu, tim Dinkes akan kembali turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyakit yang diderita warga Jeneponto.

“Insyaallah besok kita akan turun kembali. Melakukan cross check kembali, karena rata-rata pasiennya membaik, hanya diagnosanya belum jelas,” katanya lagi.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto Syafruddin Nurdin saat dihubungi terpisah mengatakan, dari pemeriksaan di puskesmas, sejumlah warga mengalami demam, sakit perut, dan nyeri sendi. Gejalanya mirip serangan virus chikungunya dan zika. Namun hasil pemeriksaan sampel darah pasien ternyata negatif.

“Chikungunya, zika hasil lab juga negatif, begitu juga leptospirosis hasil lab juga negatif,” kat Nurdin.

Dinkes Provinsi, kata Nurdin, juga ragu bila penderita terkena leptospirosis yang biasanya disebarkan dari kencing tikus. (fiq/fdn/dtc/igo)

 

 

News Feed