oleh

Ribuan Form C1 Untungkan Kubu 02 Ditemukan, Ini Kata BPN Prabowo-Sandi

-Politik-538 views

Jakarta, Radar Pagi – Ribuan formulir C1 asal Boyolali, Jawa Tengah, diamankan di Menteng, Jakarta Pusat. Tetapi, isi C1 itu disebut beda dari hasil rekapitulasi di TPS. Isi formulir tersebut menguntungkan suara kubu 02. Kubu 02 pun meneriakkan pembelaan diri.

CEO Seknas Prabowo-Sandi, M. Taufik, membantah terlibat dalam kasus penemuan ribuan form C1 itu. “Seknas nggak pernah ngirim C1 pada siapa pun. Yang bawa kardusnya hadepin aja di Seknas. Iya kan? Kita kenal nggak, nggak ada. Yang kedua, kalau orang bawa keluar C1, misalnya fotokopian atau apa, itu haknya orang lo. Apa urusannya coba ditangkap tuh apa urusannya? Kan bisa aja dia fotokopian relawan gitu lo. Bagaimana tuh? Itu membuat ngalihin isu curang aja,” kata M Taufik.

Dia menyebut kardus yang ditemukan polisi di dalam mobil bertuliskan namanya itu bisa saja ditulis orang sesuka hati. Taufik meminta si pembawa kardus dihadapkan dengan pihaknya.

“Iya kan, orang nulis-nulis aja, gua mana mau ngirim-ngirim kardus. Dan kita kan, Seknas kan bukan pengumpul C1. Jadi nggak benerlah berita itu. Gampang aja, orangnya suruh hadepin ama kita, yang ditangkep. Kita nggak ada kepentingannya ngirim-ngirim,” tukas politikus Gerindra itu.

Taufik mengatakan akan memerintahkan tim hukumnya guna bertanya kepada Bawaslu. Ia juga menilai ada kejanggalan dalam kasus ini.

Sekarang mana, ada bacaannya dari Muhammad Taufik, berarti gua dong yang ngirim? Kan bego banget kalau gua ngirim pakai mobil ke Kertanegara pakai mobil luar daerah. Kan nggak masuk akal tuh. Hari ini bidang hukum gua tanya ke Bawaslu,” sebut Taufik.

Lebih lanjut, dia mengungkap kejanggalan-kejanggalan dari penemuan form C1 tersebut. Ia menyoroti soal pengungkapan kasus yang memerlukan dua hari dari waktu kejadian.

“Saya ingin mengungkapkan bahwa Seknas tidak pernah mengumpulkan C1. Jadi Seknas tidak pernah memberikan atau mengirimkan C1 ke BPN. Kedua, kejadian ini hari Sabtu sedangkan beritanya hari Senin,” sebutnya.

Dia juga menunjukkan kop surat Seknas Prabowo-Sandi yang menurutnya berbeda dengan yang ditemukan di Menteng. Dia menegaskan Seknas Prabowo-Sandi tidak terkait penemuan tersebut.

Dia pun mempertanyakan kewenangan seseorang membawa formulir C1. Taufik menilai penemuan ribuan form C1 itu hanya tipu-tipuan belaka.

“Kemudian dinyatakan bahwa C1 itu palsu, kapan dia konfirmasinya ke Boyolali? kayak Jinny Oh Jinny gitu. Kan kalau paraf dulu tanda tangan saksinya harus dikonfirmasi pada saksi-saksi juga di sana. Jadi saya pikir kalau mau ngibul ya mesti pakai tata krama ngibul gitu,” ucap Wakil Ketua DPRD DKI ini.

Sementara itu, Koordinator Advokasi Seknas Prabowo-Sandi, Yupen Hadi menilai ada ‘skenario’ yang sedang dimainkan. Dia heran mengapa polisi ikut memeriksa isi mobil saat merazia mobil yang membawa ribuan formulir C1 itu.

“Ini ada orang yang sedang mencoba membuat skenario yang luar biasa. Bagaimana polisi bisa nangkep-nangkep, itu pertanyaannya. Kok kalau razia kenapa harus periksa-periksa mobil, nggak surat-suratnya aja. Kemudian begitu ketemu C1 kenapa langsung otaknya langsung investigatif, langsung berpikir pasti ada sesuatu yang salah dengan C1 ini, maka kita harus ambil kita harus lapor Bawaslu,” ujar Yupen di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Soal keaslian ribuan form C1 tersebut juga dipertanyakan KPU. Agar tak menimbulkan spekulasi, KPU mengimbau perlu dilakukannya konfirmasi atau pengecekan.

Berawal dari Razia Polisi

Komisioner Bawaslu DKI, Puadi, menjelaskan penemuan ribuan formulir C1 berawal dari razia lalulintas yang digelar Polres Jakarta Pusat, Sabtu (3/5/2019) sekitar pukul 10.30 pekan kemarin.

“Polisi kan kalau operasi lihat-lihat nomer pelat dari mana, kemudian diberhentikanlah mobil Daihastu Sigra itu,” kata Puadi saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2019).

Polisi ketika melihat mobil tersebut membawa dua kardus kemudian meminta pengendara membuka isinya.

“Begitu dibuka kan ada dua kardus, nah di luar kardusnya ada tulisan C1 Kabupaten Boyolali,” kata Puadi.

Dari foto Bawaslu Jakarta Pusat, tampak kardus itu bertuliskan ‘Kepada Yth Bapak Toto Utmo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS Jl Kertanegara No 36 Jakarta Selatan’ dan ‘Dari Moh Taufik Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokro Aminoto no 93 Menteng Jakarta Pusat’

Bawaslu DKI kemudian menugaskan Bawaslu Jakarta Pusat untuk melakukan investigasi. “Kita helum bisa menyimpulkan bahwa apakah itu C1 asli atau palsu,” kata Puadi.

Di tempat terpisah, Kordiv SDM Bawaslu Jakarta Pusat, Roy Sofia Patra Sinaga, merinci temuan formulir C1 tersebut. Totalnya ada ribuan formulir C1.

“Kardus putih berisi 2.006 C1 dan kardus coklat 1.761 C1. Dapatnya di Jl Besuki dekat Taman Suropati,” kata Roy saat dihubungi terpisah.

Roy mengatakan ribuan formulir C1 itu berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Tapi menurutnya, isi formulir C1 itu berbeda dengan hasil rekapitulasi di TPS.

“Misalkan suara 01 100 suara dan 02 50, di C1 yang kita dapatkan 01 50 dan 02 100. Tanda tangan saksi juga berbeda karena kita juga cek berapa TPS lewat KPU berbeda,” ungkapnya. (elz/imk/tor/dtc/maria)

News Feed