oleh

Hendropriyono Peringatkan Keturunan Arab Jangan Jadi Provokator

-Utama-544 views

Jakarta, Radar Pagi – Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono mengingatkan keturunan Arab yang ada di Indonesia, khususnya Rizieq Shihab dan Yusuf Martak, agar tidak menjadi provokator, terutama terkait seruan makar.

“Saya peringatkan Rizieq, Yusuf Martak, dan orang-orang yang meneriakkan revolusi. Itu inkonstitusional, merusak disiplin dan tata tertib sosial, jangan seperti itu,” kata Hendropriyono kepada wartawan, Selasa (7/5/2019).

“Saya ingin memperingatkan bangsa Indonesia, WNI keturunan Arab, supaya sebagai elite yang dihormati masyarakat cobalah mengendalikan diri. Jangan menjadi provokator, jangan memprovokasi rakyat,” kata Hendropriyono.

Menurut Hendro, masyarakat kita sangat menghormati orang-orang Arab, tak heran bila di kampung-kampung masih bisa dilihat masyarakat mencium tangan (ulama) orang Arab. Artinya, masyarakat menganggap mereka sebagai pemimpin informal.

Dengan posisi yang mulia seperti itu, Hendro mengimbau agar warga keturunan Arab supaya mengayomi masyarakat. “Jangan malah memprovokasi revolusi, memprovokasi untuk turun melakukan gerakan politik jalanan. itu inkonstitusional,” tegasnya.

Jika sebagian warga keturunan Arab dan para elite yang ada saat ini terus memprovokasi masyarakat, menurut Hendropriyono, memang bukan tidak mungkin kudeta sipil akan terjadi. Sebab masyarakat hanya mengikuti apa yang disampaikan pemimpinnya, terutama tokoh agama.

“Rakyat kita, apa yang dikatakan orang yang dikagumi, mereka mengikut saja, dan bisa tersesat karenanya, itu yang ingin saya ingatkan,” katanya.

Dia menegaskan tidak bermaksud menebar isu SARA, sebab dirinya sendiri masih memiliki garis keturunan Arab. “Nenek moyang saya ada Arabnya juga. Saya nasionalis, saya tidak membenci mereka. Tidak ada urusan SARA, saya justru mengingatkan mereka itu punya peran penting di masyarakat,” kata Hendropriyono.

Apalagi kata Hendro, keturunan Arab seperti juga keturunan Cina juga banyak yang berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga peringatan yang dilontarkannya tidak ada tendensi SARA. (maria)

News Feed