oleh

Kubu 02 Mulai Retak? Sandiaga Tolak Seruan Waketum Gerindra Boikot Bayar Pajak

-Utama-878 views

Makassar, Radar Pagi – Cawapres Sandiaga S. Uno menolak seruan Waketum Gerindra Arief Poyuono yang mengajak para pendukung Prabowo Subianto untuk tidak membayar pajak apabila Jokowi-Ma’ruf Amin terpilih sebagai pemenang Pilpres 2019. Pertanda kubu 02 mulai tidak kompak?

“Negara kita lagi sulit, ekonomi neraca perdagangan kita jeblok. Kita juga lihat pelambatan ekonomi. Kita justru perlu meningkatkan dengan menambah basis pembayar pajak,” kata Sandiaga di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/5/2019).

Sandiaga menegaskan pajak sangat diperlukan untuk membangun negara. Pihaknya justru mengusulkan ada penerimaan negara yang dipisah dari Kementerian Keuangan.

Diberitakan sebelumnya, Arief Poyuono menjelaskan alasan dari penolakannya membayar pajak. Menurutnya, pajak hanya dibayarkan pada pemerintahan yang sah, tetapi bila pemerintahan tidak diakui oleh rakyat, maka tidak ada kewajiban membayar pajak.

Arief bahkan mengutip ayat Injil untuk mendukung seruannya, yaitu Injil Matius 22:18-21. Di sana disebutkan, Yesus menerangkan kepada masyarakat Yahudi untuk tetap membayar kewajiban pajaknya kepada pemerintahan yang sah, meski tanah Israel saat itu sebenarnya sedang dijajah oleh Kekaisaran Romawi.

“Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu. Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”. Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Injil Matius 22:18-21).

“Ini yang Saya imani (Kristen) ya. Itu kalau kaisar atau pemerintahan yang kita akui kita wajib bayar pajak,” kata Arief di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Dia merasa seruannya soal penolakan membayar pajak tidak salah. Sebab pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin diklaimnya tidak akan diakui masyarakat.

“Hanya yang kurang waras saja mempercayakan pajak masyarakat dan negara ini pada pemerintahan yang dihasilkan dari Pemilu yang curang,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Pusat Kajian Politik Ekonomi Asia (PKPEA) Barata menilai ucapan-ucapan kontroversial Arief Poyuono selaku Waketum Gerindra yang banyak ditentang kalangan internalnya sendiri memperlihatkan ketidak kompakan Partai Gerindra, tetapi bukan kubu koalisi yang mengusung pasangan calon nomor urut 02.

“Yang nggak kompak itu Gerindra, tapi bukan kubu 02 secara keseluruhan,” katanya melalui selular, Kamis (16/5/2019).

Dia mencontohkan ajakan Arief Poyuono kepada Prabowo-Sandiaga untuk tidak mengakui hasil Piplres dan Pileg sekaligus. Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria juga menentang ajakan tersebut.

“Arief mengajak agar partai-partai pengusung Prabowo-Sandiaga tidak perlu menaruh wakilnya di DPR, ya mana ada yang mau?” kata Barata.

Menurut Barata, meski tidak mencerminkan kekompakan kubu 02, tetapi pernyataan-pernyataan kontroversial Arief memang cenderung melemahkan. “Lambat laun para parpol pengusung akan menjauh dari Gerindra. Bukan mustahil malah merapat ke 01,” kata Barata. (maria)

 

 

News Feed