oleh

Iran Kutuk Serangan Arab Saudi yang Tewaskan 7 Warga Sipil Yaman

-Politik-745 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menggelar serangan udara ke Ibu Kota Sanaa, Yaman, untuk menggempur basis pemberontak Houthi, Kamis (16/5/2019) kemarin. Akibatnya tujuh warga sipil Yaman tewas. Lima di antaranya masih anak-anak.

Empat orang dari tujuh korban tewas juga diketahui berasal dari satu keluarga. Sedangkan puluhan orang lainnya luka-luka akibat serangan udara itu.

Arab Saudi mengklaim hal itu dilakukan sebagai balasan setelah Houthi menyerang dua kilang minyak milik perusahaan minyak Saudi, Aramco, menggunakan pesawat tanpa awak (UAV/drone) bersenjata.

Menanggapi situasi memanas di jazirah Arab, pemerintah Iran mengutuk serangan udara Arab Saudi tersebut. Iran menyebut serangan itu sebagai sebuah kejahatan yang harus dihentikan.

“Kami menyerukan badan-badan internasional dan organisasi HAM untuk bertindak sesuai tanggung jawab mereka dan mencegah kejahatan tersebut terjadi lagi dengan semua cara yang mungkin,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Mousavi seperti dilansir media Iran, Press TV, Sabtu (18/5/2019).

“Negara-negara yang mendukung pasukan penyerbu di Yaman dengan memberikan senjata-senjata destruktif dan bom-bom terlibat dalam kejahatan ini dan harus bertanggung jawab,” sambung Mousavi.

Di lain pihak, Arab Saudi menuding Iran yang memerintahkan pemberontak Houthi untuk menyerang kilang dan pipa minyak mereka. Namun mereka tidak bisa memberi bukti atas tuduhan itu. Arab Saudi dan Iran sejak lama memang dikenal sebagai musuh bebuyutan.

Pemberontak Houthi selama ini memang diduga mendapat dukungan Iran dalam perang sipil tersebut. Namun tidak ada bukti yang bisa ditunjukkan dan Houthi membantah tudingan tersebut.

Sejak melakukan perlawanan, Houthi mengendalikan sebagian besar wilayah di utara Yaman, termasuk Ibu Kota Sanaa.

Perang saudara di Yaman terjadi sejak Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansur Hadi, digulingkan dari kekuasaannya. Dia lantas minta perlindungan ke Arab Saudi.

Infrastruktur Yaman telah hancur akibat perang saudara ini dan menyebabkan sebagian besar penduduknya menderita kelaparan dan terjangkit wabah kolera.

Hingga akhir 2018, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat 56 ribu orang tewas dalam perang sipil di Yaman tersebut. (maria)

News Feed