oleh

Polisi Tangkap Ketua GNPF-U Bogor

-Hukum-98 views

Bogor, Radar Pagi – Ketua GNPF Ulama Bogor Raya, Ustad Iyus Khaerunnas, ditetapkan tersangka oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota. Iyus yang merupakan Kordinator Aksi Tolak Kecurangan Pemilu ini ditangkap karena berbicara mengenai kecurangan pemilu, komunisme yang merajalela dan provokasi perlawanan dalam video yang beredar.

“Ya, sedang dilakukan pemeriksaan,” ujar Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser saat dimintai konfirmasi, Sabtu (18/5/2019).

Ratu, istri Iyus, kepada wartawan mengaku tidak tahu kapan dan di mana suaminya ditangkap. Namun info terakhir menyebutkan suaminya sempat jadi khatib di Masjid Al-Amanah Vila Duta. Namun polisi menjelaskan bila Iyus ditangkap Jumat (17/5/2019) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB.

Hanya saja dia belum mau menjelaskan detail penangkapan lebih lanjut. Mengenai status hokum Iyut pun belum bisa ditentukan.

“Masih diperiksa. Saya belum dapat laporan detailnya dari Satreskrim apa hasilnya,” kata Hendri.

Informasi dari berbagai sumber yang dihimpun, Iyus berurusan dengan hukum, terkait adanya video seruan mengikuti aksi Forum Kedaulatan Rakyat RI (FKR-RI) di Kota Bogor.

Dalam undangan tersebut, tertulis menolak pemilu curang, bangkitnya paham komunis, dan menolak komunis China.

Forum Kedaulatan Rakyat RI mengundang seluruh warga Bogor Raya dan sekitarnya, untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam aksi ‘Pawai Damai’ dalam rangka menyelamatkan masa depan Bangsa Indonesia dari penjajahan ekonomi dan politik, serta budaya asing.

Rute pawai, Mesjid Raya Jalan Pajajaran menuju Tugu Kujang, Jalan Harupat, Jalan Juanda, Jalan Otista, dan kembali menuju Mesjid Raya. Aksi dimulai pukul 08.00 WIB.

Dalam ajakan aksi ini tercantum nama Ketua FKR-RI, M. Nur Sukma dan Sekretaris, Masduki. Sementara itu, koordinator lapangan, Gartono, Ustaz Iyus Khaerunnas Malik, Ustaz Asep Abdul Qodir, dan Ustaz Abdul Halim.

Sementara itu, Beni Mahyudin selaku kuasa hukum menjelaskan kliennya dijerat dengan Undang-undang ITE dan saat ini sedang menjalani proses BAP dengan didampingi pengacara.

Beni mengatakan, menurut keterangan Kepolisian penangkapan ini bukan atas laporan seseorang melainkan temuan Police Cyber di media sosial Youtube. Berdasarkan keterangan kliennya, terdapat video yang terpenggal, ketika Ustaz Iyus menjelaskan masalah Jihad.

Padahal, kata Beni, jihad yang dimaksud konteksnya jihad bukan artian perang tetapi institusi. “Bukan dalam konotasi perang,” jelas Beni.
Beni juga menyebut klienya tidak mengetahui siapa yang menyebar dan memotong video tersebut ke dalam Youtube. “Menurut keterangan Ustaz, siapa yang diviralkan belum tahu,” terangnya. (dbs)

News Feed